Wamenkomdigi Minta Mahasiswa Bersiap Hadapi Tantangan di Era AI

0
372
Wamenkomdigi Nezar Patria (Foto: Komdigi)

(Vibizmedia – Jakarta) Mahasiswa diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi dua tantangan utama di era kecerdasan buatan (AI), yaitu kekurangan talenta digital serta pengendalian teknologi agar bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa Indonesia perlu menutup kesenjangan keterampilan digital sekaligus memastikan AI digunakan untuk kebaikan bersama.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital pada 2023, sementara pasokan yang tersedia hanya sekitar enam juta orang. Oleh karena itu, lulusan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) didorong untuk berperan dalam mengatasi kesenjangan tersebut.

Nezar menekankan bahwa inovasi STEM bukan sekadar tentang teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan tinggi yang terjangkau sebagai upaya untuk mengatasi kesenjangan talenta digital.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa hingga 2030, pasar kerja global akan banyak membutuhkan tenaga ahli di bidang Big Data, teknologi finansial, kecerdasan buatan, dan pengembangan perangkat lunak. Empat di antara jenis pekerjaan yang diprediksi berkembang pesat dalam rentang 2025 hingga 2030 berkaitan erat dengan STEM.

Untuk mengatasi defisit talenta digital, Nezar menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Pemerintah diharapkan menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan digital, sementara akademisi dan universitas berperan dalam mengembangkan kurikulum literasi digital serta mendorong riset dan pengembangan (R&D).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi Universitas Prasetiya Mulya yang menyediakan beasiswa bagi pengembangan STEM. Menurutnya, langkah ini selaras dengan Visi Indonesia Emas 2045 yang bertujuan mencetak sumber daya manusia kompeten di era digital. Ia berharap universitas tersebut terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan talenta digital, terutama di bidang AI, keamanan siber, dan teknologi finansial.