Kemenperin Gandeng Australia Cetak SDM Industri Furnitur yang Kompeten Digital

0
459

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian terus mendorong perkembangan industri furnitur dalam negeri agar dapat meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta memperluas pasar ekspor. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten di sektor tersebut.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, keberadaan SDM yang memiliki keterampilan tinggi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri furnitur nasional. Dalam hal ini, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal disebut berperan aktif dalam mencetak tenaga kerja kompeten di bidang furnitur.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri furnitur nasional mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,07 persen, dengan kontribusi hingga 51,81 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada periode Januari-November 2024. Selain itu, ekspor produk furnitur Indonesia mencapai 1,47 miliar dolar AS, meningkat 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk semakin meningkatkan kinerja industri furnitur dalam negeri, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan industri, institusi pendidikan, asosiasi, serta pemerintah baik dalam maupun luar negeri. Langkah ini dilakukan agar SDM yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Kepala BPSDMI, Masrokhan, menekankan bahwa kemitraan dengan berbagai pihak memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja industri. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Kemenperin tengah merintis kerja sama dengan mitra dari luar negeri guna mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah dilakukan adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal (Polifurneka) dengan CAD+T Australasia Pty/Ltd serta Universitas Pradita. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan SDM industri furnitur di Polifurneka Kendal.

CAD+T Australasia Pty/Ltd, sebuah perusahaan berbasis di Sydney, Australia, yang bergerak di bidang perangkat lunak untuk desain interior dan manufaktur furnitur, akan membantu dalam pengembangan kurikulum akademik berbasis industri 4.0, pelatihan bersertifikat internasional bagi dosen, serta penyediaan lisensi perangkat lunak untuk kebutuhan pembelajaran.

Selain itu, Universitas Pradita yang menjadi penyelenggara Talent Camp Asia 2024 akan mendukung Polifurneka dalam mempersiapkan tenaga kerja industri furnitur untuk mengikuti Talent Camp Asia 2025. Kepala Program Studi Desain Interior Universitas Pradita, Boyke Janus Anshory, menyatakan bahwa Polifurneka memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga kerja profesional yang siap memenuhi kebutuhan industri furnitur nasional.

General Manager CAD+T Australasia Pty/Ltd, William Dedella, juga mengungkapkan komitmennya dalam membantu Polifurneka mengintegrasikan teknologi industri 4.0 ke dalam sistem pembelajaran mahasiswa. Selama tiga tahun ke depan, perusahaan ini akan menyediakan perangkat lunak serta menghadirkan tenaga ahli untuk memberikan kuliah di Polifurneka.

Sementara itu, Direktur Polifurneka, Peni Shoffiyati, menjelaskan bahwa kerja sama strategis ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan SDM industri furnitur di bidang desain produk dan manufaktur berbasis teknologi modern. Kolaborasi ini juga dinilai dapat menghubungkan dunia pendidikan dengan industri, sehingga para lulusan memiliki pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan industri furnitur saat ini.