(Vibizmedia – Industry) Produk UMKM pangan lokal mendapat peluang lebih besar untuk memperluas pasar melalui kerja sama Kementerian Perdagangan dengan jaringan ritel modern. Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian gerai Point Coffee dan Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Pojok PPPB menjadi langkah konkret untuk membawa produk UMKM terkurasi dari tahap promosi menuju akses pasar yang lebih luas.
“Sejumlah produk yang berhasil terkurasi ke PPPB menunjukkan daya saing yang mumpuni karena berhasil masuk ke minimarket seperti Indomaret,” ujar Budi.
PPPB merupakan program promosi periodik yang mengkurasi produk pangan dan nonpangan UMKM setiap tiga hingga empat bulan. Produk terpilih sebelumnya dipajang di ruang tamu Mendag sekaligus diperkenalkan kepada para tamu yang berkunjung.
Program tersebut diperkuat dengan kehadiran Pojok PPPB sebagai etalase sekaligus sarana distribusi produk UMKM kepada konsumen. Sebanyak 15 produk pangan lokal dipasarkan dalam peresmian tersebut, mulai dari jamur garing, pempek garing, kue kering, keripik kentang dan pisang, keripik kulit ikan, olahan pisang, hingga aneka kerupuk.
Kemendag selanjutnya memperluas sinergi dengan jaringan ritel modern agar produk UMKM terkurasi dapat menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai daerah.
Budi juga menargetkan produk UMKM binaan PPPB mampu naik kelas hingga pasar ekspor. Kemendag akan mendorong pelaku usaha mengikuti promosi dan pameran perdagangan internasional, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) yang dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober 2026.
“Mari kita tingkatkan kualitas dan daya saing UMKM sehingga bisa diterima di pasar domestik dan luar negeri,” tegas Budi.
CEO Indomaret Group Sinarman Jonatan menyatakan kesiapan perusahaan mendukung inisiatif Kemendag dalam memperluas akses pasar UMKM. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
Dampak program tersebut dirasakan KhumKhum Jamur Crispy asal Kulon Progo, DIY. Pendiri KhumKhum Jamur Crispy, Hanum Wahyu, mengatakan produknya kini telah masuk lebih dari 2.000 gerai Indomaret di wilayah Bogor dan Parung.
Hanum berharap dukungan Kemendag dapat membawa usahanya berkembang lebih jauh hingga menembus pasar ekspor sekaligus membuka manfaat lebih besar bagi tenaga produksi dan petani jamur tiram di Kulon Progo.









