(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (19/1), terpantau menguat 24,292 poin (0,27%) ke level 9.099,698 setelah dibuka naik ke level 9.091,875.
IHSG bergerak rally mencapai rekor intraday baru di hari keempat, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang terkoreksi dari rekor minggu lalu, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan menurun terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,33% atau 55 poin ke level Rp 16.920, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari sekitar 6,5 minggu tertingginya di tengah isyu Greenland antara AS dan Uni Eropa.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.865, serta terpantau bearish di area rekor terendah pada April tahun lalu.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 16,469 poin (0,18%) ke level 9.091,875. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,840 poin (0,21%) ke level 891,270. Siang ini IHSG menguat 24,292 poin (0,27%) ke level 9.099,698. Sementara LQ45 terlihat naik 0,10% atau 0,860 poin ke level 890,290.
Tercatat saat ini sebanyak 350 saham naik, 337 saham turun dan 116 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,98%, dan Hang Seng yang turun 0,82%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally menuju rekor baru di hari ketiga, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di antaranya Nikkei yang terkoreksi dari rekor minggu lalu.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan mencatat rekor penutupan baru selain intraday, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.110 dan 9.170. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,715 dan bila tembus ke level 8,584.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group








