Berbeda Arah dengan Regional, IHSG Selasa Siang Melemah ke Level 8.877

0
60

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (27/1), terpantau melemah 53,673 poin (0,60%) ke level 8.876,895 setelah dibuka turun ke level 8.907,430.

IHSG bergerak terkoreksi dalam konsolidasi dekat area 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah ancaman kenaikan tariff AS atas Korsel, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir kompak dalam gain.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini balik terkoreksi 0,25% atau 45 poin ke level Rp 16.805, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah merosot 2 hari di sesi global sebelumnya; bangkit dari sekitar 4,5 bulan terendahnya setelah ditekan penguatan yen Jepang dan isyu kemungkinan pergantian pimpinan the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.763, serta terpantau terkoreksi setelah 4 hari bullish, meninggalkan 3 minggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 67,904 poin (0,76%) ke level 8.907,430. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,700 poin (0,19%) ke level 880,730. Siang ini IHSG melemah 53,673 poin (0,60%) ke level 8.876,895. Sementara LQ45 terlihat turun 1,01% atau 8,920 poin ke level 873,510.

Tercatat saat ini sebanyak 232 saham naik, 441 saham turun dan 130 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,54%, dan Hang Seng yang naik 1,04%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi konsolidasi dekat 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah ancaman kenaikan tariff AS atas Korsel, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan tetap konsolidasi dan diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,837 dan bila tembus ke level 8,715.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group