(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (28/1), terpantau merosot tajam 659,012 poin (7,34%) ke level 8.321,218 setelah dibuka turun ke level 8.743,202.
IHSG bergerak terkoreksi tajam ke sekitar 11 minggu terendahnya, merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham dalam MSCI Global Standard Indexes, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Hang Seng, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir dengan S&P 500 mencetak rekor baru.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini kembali menguat 0,32% atau 54 poin ke level Rp 16.706, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah merosot signifikan 3 hari di sesi global sebelumnya; berupaya bangkit dari sekitar 4 tahun terendahnya setelah ditekan penguatan yen Jepang dan isyu risiko shutdown kembali serta kemungkinan pergantian pimpinan the Fed.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.760, serta terpantau bullish di hari keenamnya ke level 3 minggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 237,028 poin (2,64%) ke level 8.743,202. Sedangkan indeks LQ45 turun 54,600 poin (6,23%) ke level 821,520. Siang ini IHSG melemah tajam 659,012 poin (7,34%) ke level 8.321,218. Sementara LQ45 terlihat turun 6,77% atau 59,350 poin ke level 816,770.
Tercatat saat ini sebanyak 30 saham naik, 764 saham turun dan 10 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang turun 0,51%, dan Hang Seng yang naik 2,35%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi tajam ke 11 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Hang Seng, serta mengikuti Wall Street.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap di zona merah dan mencari timing rebound, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.058 dan 9.175. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,289 dan bila tembus ke level 8,144.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









