Membangun Kebiasaan Keuangan Yang Sehat dan Realistis

0
41
Foto: Istimewa

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Mungkin beberapa orang sudah berencana memiliki pola hidup yang lebih tertata dalam hal finansial. Tetapi, ketika sudah mulai mencoba menghemat uang, yang muncul justru ketakutan, hidup mulai terasa lebih sempit, lebih menahan diri, dan khawatir dicap pelit oleh orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, yang tadinya sudah mau mulai mengatur keuangan justru malah kandas  di tengah jalan karena ketakutan.

Hal ini perlu di perhatikan. Hemat dan pelit adalah dua hal yang sangat berbeda. Hemat  dapat mengendalikan pengeluaran dengan kesadaran, sedangkan pelit berarti menahan uang dengan berlebihan hingga rela mengorbankan kualitas hidup juga hubungan dengan relasi.

Hemat Tidak Kekurangan
Disini banyak orang menjadi salah mengerti. Dalam mengatur keuangan hal pengeluaran seringkali diangap seperti melakukan hal yang salah ketika dana dikeluarkan. Akibatnya, seseorang merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang, bahkan efeknya untuk pengeluaran yang wajar saja misalkan ingin makan enak sesekali bahkan untuk bersosialisasi menjadi tidak berani.

Sebenarnya, cara hidup hemat sangat mungkin dilakukan jika tujuannya memang jelas.

Menghemat uang bukan berarti hidup kekurangan, melainkan :
– Menyadari  bahwa ada  prioritas
– Mengendalikan arah keuangan
– Mempersiapkan finansial untuk masa depan

Karena kalau semua sudah di planningkan dari awalnya dan sesuai dengan kemampuan, hal itu bukanlah boros. Melainkan tu bagian dari manajemen keuangan pribadi yang sehat.

Batasi Tetapi Bukan Larangan
Terlalu ekstrem juga tidak terlalu baik dalam pengeluaran. Misalkan, jadi tidak boleh nongkrong sama sekali atau tidak boleh belanja apa pun diluar kebutuhan pokok. Contoh seperti inibiasanya tidak dapat tahan lama dan pada akhirnya belanja impulsif (belanja mendadak/spontan tanpa memikirkan konsekuensinya atau resikonya).

Ini dia beberapa tips hemat uang dengan batas yang realistis, misalkan :

– Batasi waktu nongkrong dengan memaksimalkan 2-3 kali sebulan
– Punya pos khusus untuk hiburan dan hobi
– Menyiapkan anggaran kecil tidak musti besar untuk dapat traktir/ memberi hadiah.

Dengan cara demikian, maka kita tetap bisa bersosialisasi dan menikmati yang namanya hidup. Dan cara inilah yang menjadi salah satu kunci cara untuk menghemat uang tetapi tetap bisa hangout tanpa ada rasa bersalah.

Pisahkan Uang Agar Aman
Padahal uang tidak kurang tetapi malah muncul perasaan ”pelit”, itu karena uang masih tercampur dan belum dipisahkan. Tanpa disadari, efeknya adalah setiap kali ada ajakan makan atau hangout jadi otomatis pikiran langsung berhitung apakah saldo aman ?.

Jalan keluarnya adalah lakukan pemisahan uang berdasarkan fungsinya :

– Kebutuhan harian : makan, transport, pulsa
– Kebutuhan untuk lifestyle & sosial : hangout, hadiah, traktir
– Simpanan : tabungan dan dana darurat

Adanya sistem ini, maka dengan mengontrol pengeluaran harian menjadi lebih mudah dikerjakan. Kita menjadi tahu kapan bisa menikmati dan kapan harus menahan tanpa muncul rasa bersalah.

Tetap Dermawan
Untuk itu dengan adanya perencanaan maka meskipun berhemat tetap dapat memberi. Jangan berhenti memberi, karena berhemat sering kali jadi disalah artikan.

Tetap pegang prinsip :
– Memberi sesuai porsi/ kemampuan
– Membudgetkan untuk pemberian
– Tidak memaksakan sehingga tidak menggangu keperluan pribadi

Dengan semuanya ini, maka kita tetap dapat berhemat tanpa menyakiti orang lain. Bahkan tidak menggangu jalinan sosial kita dan tetap terjaga.

Ambil Hemat, Tetapi Bukan Murah
Kalau menghemat uang bukan berarti selalu memilih opsi barang termurah. Tetapi yang penting adalah memilih dengan cara yang masuk akal dan dapat dilakukan kembali next nya.

Misalkan :
– Masak beberapa kali dalam seminggu, bukan tidak boleh jajan
– Hangout secara berkala, bukan menghindari
– Menentukan pilihan untuk hiburan secara langganan

Dengan cara ini tentunya akan terbentuk sebuah kebiasaan keuangan yang tetap sehat dan tidak kaku banget, tapi tetap enjoy.

No Pelit untuk Kesehatan dan Relasi
Ketika menjalankannya, pilihan untuk hidup hemat tanpa stres finansial, adakan diperhadapkan, misalkan :

– Makanan bergizi
– Kesehatan secara fisik dan mental
– Keluarga dan relasi itu penting

Jangan mengorbankan hal-hal ini hanya karena penghematan jangan pendek, karena hal ini bisa menimbulkan biaya yang membesar dimasa depan, baik secara finansial maupun emosional.

Menabung di Awal :
Jangan salah, menabung itu bukan dari sisa uang kita. Tetapi sudah dipisahkan dari awal.

Jalan keluarnya :
– Saat gaji diterima, pisahkan untuk tabungan
– Sisa nya masuk ke dana anggaran (sesuai pos nya)

Dengan cara demikian kita dapat menikmati uang kita sendiri tanpa rasa cemas. Dan inilah salah satu cara untuk mengatur keuangan yang tepat tanpa rasa bersalah dikemudian hari.

Berani Menolak, Tetap Stabil
Perihal keuangan ini, kita juga harus berani menolak, karena dengan kita berhemat maka harus berani berkata TIDAK pada setia pengeluaran yang memang diluar kemampuan kita. Ketika menoak dengan jujur, itu akan jauh lebih sehat daripada tetap memaksakan diri dan pada akhirnya terjebak hutang.

Sebab menjaga keuangan tetap stabil adalah bagian dari salah satu strategi keuangan sederhana untuk gaji yang masih pas-pasan.

Hidup Aman, Bukan Tampilan
Canggihnya dunia media sosial, kita dapat melihat sepertinya banyak orang terlihat ”menikmati hidup”, padahal sesungguhnya keuangan mereka tak berdaya. Tetapi sebaliknya, orang aware sering terlihat biasa-biasa saja, contohnya :

– Tidak panik setiap akhir bulan
– Punya dana darurat
– Tidak bergantung pada hutang konsumtif

Dalam sebuah keberhasilan finansial itu bukan hanya terlihat kaya, tetapi soal keseimbangan finansial dan gaya hidupnya sehari-hari.

Penutup
Jadi hemat uang itu, tidak bersikap pelit pada diri sendiri maupun kepada orang lain, dan bukan tentang menahan yang kita mau, melainkan dapat mengaturnya dengan secara sadar dan obyektif.

Intinya :
– Tetap Batasi bukan dilarang
– Hemat tanpa mengorbankan lainnya
– Tetap memberi, tapi terencana
– Membangun kebiasaan keuangan yang sehat dan realistis

Maka dengan cara pendekatan ini, uang tidak lagi menjadi salah satu sumber stres kita. Sehingga hidup terasa lebih stabil, hubungan terhadap sesama juga tetap terjaga dan untuk masa depan dapat di persiapkan lebih terkonsep dan pastinya aman.