Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah Banjir di Aceh, Pemulihan Fasilitas Umum Terus Dipercepat

0
57
Foto: Kementerian PU

(Vibizmedia – Aceh) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan pembersihan lumpur dan material sampah pascabencana banjir di Provinsi Aceh. Hingga 28 Januari 2026, tercatat sebanyak 698 ton sampah bencana, lumpur, dan sampah domestik telah diangkut dari berbagai wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan fasilitas umum dan kawasan permukiman.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembersihan, khususnya di fasilitas umum, menjadi prioritas utama agar aktivitas sosial, ekonomi, dan layanan publik masyarakat Aceh dapat segera kembali normal.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi sulit akibat bencana,” ujar Menteri Dody.

Kegiatan pembersihan dan pengangkutan sampah merupakan bagian dari respons cepat Kementerian PU dalam mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat proses rehabilitasi pascabencana. Fokus penanganan diarahkan pada kawasan perkantoran layanan publik, fasilitas kesehatan dan pendidikan, jaringan lingkungan permukiman, serta akses menuju prasarana dasar.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 407 ton sampah diangkut dari sejumlah lokasi, antara lain kawasan Kantor Bupati, Jalan Rantau, RSUD Muda Sedia, dan SDN Kota Lintang, menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Proses ini didukung penggunaan alat berat seperti excavator, wheel loader, dan dump truck untuk mempercepat pemindahan lumpur dan material sampah.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, pembersihan dilakukan di Desa Mendale dan TPS Paya Ilang dengan total 88 ton sampah berhasil diangkut. Kegiatan didukung excavator dan armada angkut guna membuka kembali akses lingkungan yang sempat terganggu.

Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, Kementerian PU mengangkut 203 ton sampah dari sejumlah ruas jalan lingkungan, termasuk akses Jembatan Meunasah Lhok, Jalan PDAM Desa Berawang, Meunasah Raya, Meunasah Bei, hingga Beuringen. Penanganan didukung alat berat seperti backhoe loader, excavator, dan dump truck untuk memulihkan akses lingkungan serta prasarana pendukung layanan air bersih.

Penanganan persampahan pascabencana di Aceh melibatkan personel Satgas PU serta dukungan alat berat kebencanaan, mulai dari excavator standar dan mini, backhoe loader, wheel loader, dozer, hingga armada dump truck. Hingga 28 Januari 2026, pembersihan fasilitas umum telah rampung di 86 dari total 183 lokasi, termasuk penambahan 21 titik baru, sehingga masih tersisa 97 lokasi yang dalam proses penanganan.

Selain pembersihan langsung di lapangan, Kementerian PU juga meningkatkan layanan persampahan dan sanitasi melalui penguatan operasional 11 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di 11 kabupaten/kota serta 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan pekerjaan.