Pemerintah Perkuat Distribusi Bahan Pokok Jelang Ramadan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

0
60
Ilustrasi Pasar Tradisional

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah mengambil langkah antisipatif dengan mempercepat penyaluran bahan kebutuhan pokok ke berbagai daerah guna menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini disepakati Kementerian Perdagangan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan bahwa hasil koordinasi lintas sektor memastikan kondisi pasokan nasional masih terkendali. Komoditas utama seperti telur ayam, minyak goreng, cabai, hingga daging ayam ras dinilai tersedia dalam jumlah memadai.

Meski demikian, pemerintah mencermati risiko distribusi akibat kondisi cuaca pada Februari hingga Maret 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi dan Papua, berpotensi mengalami curah hujan tinggi yang dapat mengganggu kelancaran jalur logistik.

Iqbal mengatakan, pemerintah telah meminta seluruh distributor, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD, untuk melakukan pengiriman lebih awal ke daerah-daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu mengamankan pasokan sebelum puncak musim hujan.

Selain mempercepat distribusi, Kemendag juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna memastikan kesiapan infrastruktur logistik, khususnya operasional pelabuhan, ketersediaan kontainer, serta kelancaran arus barang.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan pokok telah tersedia di daerah sebelum potensi hambatan distribusi terjadi.

Kemendag menegaskan pemantauan dilakukan secara berkala bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, Kantor Staf Presiden, BUMN pangan, serta asosiasi pelaku usaha. Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga fokus menjaga harga agar tetap sesuai dengan HET dan HAP yang berlaku bagi konsumen.