Enam Desain Chip Nasional Disiapkan, Indonesia Bidik Lonjakan Ekonomi Berbasis Inovasi

0
77
Foto: Kementerian Koordinator bidang Perekonomian

(Vibizmedia – London, Inggris) Pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama strategis di bidang teknologi melalui penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, pada Senin (23/02). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mendorong kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi berbasis inovasi.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam penguasaan teknologi semikonduktor. Arm dikenal sebagai salah satu perusahaan global yang mendominasi desain chip, termasuk untuk sektor otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas serta kemandirian nasional dalam teknologi strategis, khususnya semikonduktor yang menjadi fondasi berbagai inovasi digital.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini Indonesia menargetkan pelatihan bagi sekitar 15 ribu insinyur dalam ekosistem Arm agar mampu menguasai teknologi desain chip. Program tersebut juga dirancang berkelanjutan untuk generasi berikutnya, sehingga Indonesia memiliki kemampuan mandiri dalam bidang semikonduktor dan desain chip.

Pemerintah mengalokasikan dana awal sebesar USD 150 juta untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional melalui kemitraan ini. Langkah tersebut menandai transformasi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global. Teknologi dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi sekaligus jembatan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Airlangga menambahkan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional, sekaligus melengkapi agenda besar ketahanan pangan dan energi. Inisiatif ini juga diposisikan sebagai lompatan strategis dalam penguatan ekosistem digital Indonesia.

Pengembangan enam desain chip nasional akan difokuskan pada kepemilikan intellectual property (IP) strategis oleh Indonesia. Bidang yang dipertimbangkan antara lain teknologi otomotif, Internet of Things, pusat data, perangkat rumah tangga, hingga teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan komputasi kuantum. Seluruh IP tersebut direncanakan berada di bawah kendali Indonesia.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pembangunan kapabilitas perangkat lunak nasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi terkemuka, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia. Ketiga kampus tersebut telah dipersiapkan selama hampir dua tahun untuk mendukung agenda pengembangan talenta digital, yang nantinya akan memperoleh pelatihan langsung dari instruktur dalam ekosistem Arm.

Pada tahap berikutnya, pengembangan generasi chip baru diharapkan membuka peluang investasi yang lebih luas, termasuk di sektor manufaktur semikonduktor yang saat ini didominasi perusahaan global. Pemerintah berharap investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut dapat masuk ke Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional.