Penempatan TKI ke Jerman Kian Prospektif, Perkuat Posisi Indonesia di Rantai Global

0
60
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama penempatan tenaga kerja Indonesia di Jerman antara Aurelium (Jerman) dan PT Tenriawaru Elit International di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (25/2). Kesepakatan ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia, khususnya tenaga terampil, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor strategis di Jerman.

Menurut Wamendag, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin pada 15 September 2025 yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Misi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemitraan Indonesia dengan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, terutama dalam penyediaan tenaga profesional yang kompeten dan berstandar internasional.

Ia juga menyoroti perkembangan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang terus menunjukkan tren positif. Saat ini, pekerja migran Indonesia semakin diminati karena dikenal disiplin, adaptif, serta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan global, khususnya di bidang kesehatan, perhotelan, manufaktur, dan layanan teknis. Pemerintah berupaya memastikan penempatan dilakukan secara resmi, aman, dan memberikan perlindungan maksimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan kontribusi devisa bagi negara.

Wamendag Roro menegaskan bahwa Kemendag akan terus mendorong berbagai kolaborasi strategis untuk meningkatkan ekspor jasa Indonesia, memperluas akses pasar tenaga kerja terampil, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Kemitraan ini diyakini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan perdagangan dan kerja sama bilateral Indonesia–Jerman secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Wamendag dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi serta Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria.