BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 5 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga

0
144

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung hingga 5 Maret 2026. Sejumlah fenomena atmosfer global dan regional masih berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG, Rhaeni Chindi, dalam keterangan Info BMKG, Jumat (27/2/2026), menyampaikan bahwa dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan tergolong aktif dan berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Berdasarkan evaluasi periode 23–26 Februari 2026, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah, termasuk Bali dan Sulawesi Selatan. Di Provinsi Bali, curah hujan mencapai 216,9 mm per hari dan masuk kategori ekstrem, sedangkan di Sulawesi Selatan tercatat 146,5 mm per hari atau kategori sangat lebat. Intensitas tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

BMKG mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi ini, antara lain La Niña lemah yang masih terdeteksi dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di Indonesia bagian timur; Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan konvektif; serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia (barat daya Lampung) dan Samudra Pasifik (timur laut Papua Nugini) yang membentuk area konvergensi dan konfluensi pemicu hujan lebat. Kondisi tersebut membuat potensi hujan intensitas tinggi masih perlu diantisipasi dalam beberapa hari ke depan.

Untuk periode peringatan dini (Siaga), BMKG meminta sejumlah wilayah mewaspadai hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Pada periode 2–5 Maret 2026, status Siaga diperkirakan masih berlanjut di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga disarankan meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam perjalanan darat, laut, dan udara; memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi, dan media sosial BMKG; serta memanfaatkan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) untuk memantau kondisi cuaca di jalur perjalanan.

BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat diminta terus memperbarui informasi melalui kanal resmi.