Kemendag Dorong UMKM Batam Ekspor ke Singapura dan Malaysia

0
56
Wamendag RI Dyah Roro bersama pelaku usaha UMKM dan produk oleh-oleh khas di MPP Batam, Kepri, Senin (9 Mar 2026). (Sumber: Infopublik)

(Vibizmedia – Economy & Business) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan kawasan Asia Tenggara sebagai pasar potensial bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, khususnya yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Kedekatan geografis Batam dengan negara-negara tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar ekspor bagi pelaku usaha lokal.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pemerintah mendorong pelaku UMKM di Batam agar memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kapasitas usaha dan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar internasional.

“Kita tentu bersaing dengan pelaku usaha dari negara lain. Karena itu, saya memberi semangat kepada para pelaku usaha untuk yakin dengan kemampuan sendiri, serta tetap produktif dan proaktif dalam mencari peluang pasar,” kata Dyah setelah berdialog dengan pelaku UMKM di Batam, Senin.

Menurut Dyah, Kemendag hadir untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar siap memasuki pasar ekspor. Ia menegaskan bahwa peningkatan ekspor UMKM menjadi salah satu target utama kementerian.

“Target kami di Kementerian Perdagangan adalah bagaimana UMKM kita bisa ekspor. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan agar pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang tersebut,” ujarnya.

Ia juga berharap produk-produk UMKM Batam dapat menembus pasar ritel maupun pasar tradisional di negara tetangga, termasuk supermarket di Singapura.

“Kalau produk kita bisa masuk ke supermarket atau pasar-pasar di Singapura, itu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Harapannya produk-produk UMKM yang ada di Batam juga bisa sampai ke sana,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kemendag telah menghadirkan Export Center Batam yang berfungsi sebagai pusat informasi serta pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar ekspor.

Kepala Pengelola Export Center Batam Mikhael Ardianto mengatakan hingga saat ini sekitar 70 pelaku usaha telah terdata dan berkonsultasi dengan tenaga teknis di pusat tersebut terkait peluang ekspor. Para pelaku usaha berasal dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman hingga produk olahan lainnya.

“Kami sudah memiliki database pelaku usaha yang berpotensi untuk ekspor, dan sebagian besar sudah melakukan bimbingan atau konsultasi dengan tenaga teknis di Export Center Batam,” kata Mikhael.

Ia menambahkan sejak dibuka pada Agustus 2025, Export Center Batam juga telah memfasilitasi sejumlah kegiatan business matching antara pelaku UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri. Namun hingga kini belum ada eksportir perdana yang melakukan ekspor melalui pendampingan langsung dari pusat tersebut.

Menurutnya, sebagian pelaku usaha masih berada pada tahap penjajakan kerja sama, pengiriman sampel produk, hingga penandatanganan nota kesepahaman dengan calon pembeli.

“Beberapa pelaku usaha sudah melakukan business matching dan mengirim sampel ke buyer. Ada juga yang sudah menandatangani MoU, namun untuk proses ekspor masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.