Kemenperin Perkuat Tata Kelola Data Industri melalui Optimalisasi SIINas

0
213
Menteri Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat tata kelola data industri nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Upaya ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi pendaftaran SIINas yang diselenggarakan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda kepada pelaku usaha industri serta perwakilan Dinas Perindustrian kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keberadaan SIINas memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan industri yang berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Sistem ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam memperoleh data industri yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi secara nasional.

“Dengan data yang kuat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk memperkuat daya saing industri nasional serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor manufaktur,” kata Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurutnya, partisipasi aktif pelaku industri dalam pelaporan data melalui SIINas juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri nasional. Data yang terhimpun tidak hanya mendukung pengambilan kebijakan yang lebih presisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi industri daerah, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan industri, hingga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kemenperin melalui BSPJI Samarinda menyelenggarakan sosialisasi pendaftaran SIINas secara daring pada Selasa (24/2) yang diikuti oleh 39 peserta. Para peserta terdiri dari pelaku usaha industri serta perwakilan Dinas Perindustrian dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Organisasi Tata Kerja dan Proses (OTPK), Endang Sulamidamish, dengan moderator Haspiadi. Materi yang disampaikan meliputi prosedur pendaftaran SIINas serta penguatan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan data industri.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem standardisasi dan layanan industri sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaporan data industri.

“BSKJI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SIINas sebagai basis data industri nasional. Melalui dukungan unit-unit layanan seperti BSPJI, kami berupaya memastikan pelaku industri di berbagai daerah memperoleh pendampingan yang memadai dalam proses pelaporan data industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, data industri yang terintegrasi sangat penting dalam mendukung transformasi industri nasional, termasuk dalam penyusunan kebijakan pengembangan industri berbasis wilayah, penguatan rantai pasok industri, serta pengembangan sektor industri prioritas.

Sementara itu, Kepala BSPJI Samarinda Ransi Pasae menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen BSPJI Samarinda dalam meningkatkan kepatuhan pelaku industri terhadap kewajiban pelaporan data melalui SIINas.

Menurutnya, SIINas merupakan platform digital terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi industri nasional. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pelaporan data secara berkala.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami memberikan edukasi dan pemahaman mengenai mekanisme, manfaat, serta pentingnya SIINas bagi pelaku usaha industri maupun pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ransi juga menekankan bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong pelaku industri melakukan pelaporan secara konsisten. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan ketersediaan data industri nasional semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, Kemenperin berharap sinergi antara pelaku industri dan pemerintah daerah dapat semakin kuat dalam mendukung sistem pelaporan industri nasional yang lebih efektif. Data industri yang terintegrasi melalui SIINas diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan industri nasional yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.