Presiden Prabowo Dorong Kinerja Danantara Tingkatkan Pengelolaan Aset Negara

0
50
Danantara Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara, pada Rabu, 11 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna memperkuat pengelolaan aset negara sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara, Rabu (11/3).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa target jangka panjang Danantara masih sangat besar. Oleh karena itu, ia mendorong jajaran pimpinan Danantara untuk terus meningkatkan kinerja serta memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal.

“Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh,” tegas Presiden.

Presiden juga menyoroti pentingnya peningkatan tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA). Menurutnya, perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya mampu menghasilkan pengembalian minimal 10 persen. Namun untuk tahap awal, Presiden menilai target realistis bagi Danantara adalah memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahun.

“Kalau hanya 5 persen return on asset, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar tiap tahun. 50 miliar dolar adalah 800 triliun,” ujarnya.

Meski demikian, Presiden mengapresiasi capaian kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya yang dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset pada 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini,” kata Presiden.

Menurut Presiden, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan negara dalam satu manajemen yang terintegrasi. Dengan pengelolaan yang terpusat, efisiensi dan kinerja investasi dinilai dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan, bahkan ternyata saya baru tahu, bukan 250, seribu perusahaan lebih,” ungkapnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang setara dengan sovereign wealth fund di tingkat global.

“Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” tutur Presiden.

Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.