Presiden Prabowo–PM Takaichi Perkuat Kerja Sama Indonesia–Jepang, Fokus Energi hingga Hilirisasi

0
69
Bilateral Indonesia-Jepang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melakukan pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral yang digelar di Istana Akasaka, Tokyo, pada Selasa, 31 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan komitmen kuat untuk memperdalam hubungan bilateral Indonesia–Jepang dalam pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Selasa (31/3/2026).

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi, hingga keamanan. Ia menilai arah kerja sama kedua negara semakin positif dan menjanjikan bagi masa depan.

Salah satu fokus utama adalah percepatan ratifikasi dan implementasi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses tersebut guna memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

“Kami akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi protokol amandemen IJEPA. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” ujar Prabowo.

Presiden juga membuka peluang luas bagi partisipasi Jepang dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya pada pengembangan mineral kritis dan rare earth, serta industrialisasi melalui program hilirisasi. Selain itu, Indonesia mendorong kerja sama di sektor energi terbarukan dan energi nuklir sebagai bagian dari strategi transisi energi.

Dalam kerja sama regional, Prabowo menekankan pentingnya penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC). Ia mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Indonesia untuk mempercepat berbagai proyek strategis.

Presiden juga menyoroti percepatan penyelesaian hambatan proyek (debottlenecking), termasuk proyek di Legok Nangka dan Sarulla, agar dapat segera memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

Lebih lanjut, Prabowo menyambut baik investasi Inpex Corporation dalam proyek gas abadi Blok Masela. Ia berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi setelah mengalami penundaan cukup lama.

Selain sektor ekonomi dan energi, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, serta program people-to-people sebagai fondasi hubungan jangka panjang.

Pertemuan ini menegaskan bahwa Indonesia dan Jepang tidak hanya memperkuat kemitraan yang telah terjalin, tetapi juga membangun strategi masa depan yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, transformasi industri, dan stabilitas kawasan.

Dengan komitmen yang semakin konkret, hubungan Indonesia–Jepang kini memasuki fase baru yang lebih erat dan strategis, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga keseimbangan dan kemajuan kawasan Indo-Pasifik.