(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah bergerak cepat mengambil langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional di tengah ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino “Godzilla” serta ketidakpastian pasokan global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan tegas kepada para importir, khususnya komoditas kedelai, agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Pemerintah menilai potensi spekulasi harga harus dicegah sejak dini demi melindungi daya beli masyarakat.
“Kami akan kumpulkan para importir. Kami imbau untuk mengedepankan empati; jangan menaikkan harga terlalu tinggi di tengah situasi global yang dinamis ini,” ujar Amran dalam keterangannya secara daring, Rabu (8/4/2026).
Selain fokus pada pengendalian harga, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Amran menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang sangat aman.
Stok beras menjadi indikator utama optimisme pemerintah. Hingga awal April, cadangan beras nasional telah mencapai 4,6 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton pada akhir bulan.
“Ini posisi yang sangat kuat untuk melangkah menghadapi dampak El Nino,” tegasnya.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, kebutuhan beras nasional selama musim kemarau berada di kisaran 2 juta ton per bulan. Dengan puncak panen yang terjadi pada Maret lalu, pasokan diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga periode kemarau ekstrem yang diperkirakan berlangsung enam bulan ke depan.
Mengantisipasi dampak lebih luas, pemerintah juga telah menyiapkan peta jalan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang diproyeksikan berlangsung hingga Oktober. Koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemantauan stok pangan berjalan akurat dan responsif.
Kondisi stok pangan yang melimpah ini rencananya akan segera dilaporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas. Laporan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk langkah fiskal dan program perlindungan sosial jika dampak El Nino mulai memengaruhi produktivitas pertanian di berbagai daerah.
Dengan kombinasi pengawasan harga, penguatan stok, serta mitigasi terencana, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan iklim global yang semakin tidak menentu.









