(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (9/4), berakhir melemah, menambah sedikit loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa naik terbatas setelah terkoreksi tajam di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,44% atau 75 poin ke level Rp 17.080 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.005. Rupiah terpantau berbalik terkoreksi ke area rekor terendah sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.085 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.087, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.080.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa naik terbatas setelah terkoreksi tajam di sesi global sebelumnya; tertahan sekitar sebulan terendahnya setelah berita kesepakatan gencatan senjata perang Iran yang meninggalkan dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik tipis ke 99,04, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,00.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi menguat 28,380 poin (0,39%) ke level 7.307,589, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah investor melihat kesepakatan gencatan senjata perang Iran ini rapuh dan harga minyak mentah dunia yang naik kembali, serta mencermati Wall Street yang ketiga indeks acuannya melejit setelah pemberitahuan gencatan senjata.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.100 – Rp16.937.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting









