Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik, Presiden Targetkan VKTR Jadi “Raksasa Otomotif” Indonesia

0
72
Kendaraan Listrik
Presiden Prabowo Subianto meninjau pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT. VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong industrialisasi nasional berbasis teknologi dan energi bersih.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada sektor swasta nasional yang dinilai berani mengambil peran strategis dalam pembangunan industri masa depan. Ia secara khusus menyoroti kontribusi Anindya Novyan Bakrie selaku Komisaris Utama VKTR yang dinilai konsisten membangun industri berbasis visi jangka panjang.

“Saya sangat menghargai inisiatif yang telah dibangun selama bertahun-tahun oleh Saudara Anindya Bakrie dan kelompok usahanya,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa industrialisasi merupakan kunci utama kebangkitan teknologi suatu bangsa. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berujung pada penciptaan industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi nasional.

“Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian di sektor strategis seperti energi dan pangan. Dalam konteks tersebut, pengembangan kendaraan listrik dinilai sebagai langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan energi sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

Presiden juga menyampaikan harapan besar agar VKTR mampu tumbuh menjadi “national champion” di sektor otomotif, sejajar dengan perusahaan global seperti Isuzu, Hino Motors, Hyundai Motor Company, hingga Daewoo.

“Beberapa tahun ke depan, saya ingin kita melihat VKTR sebagai salah satu champion Indonesia,” ungkapnya.

Peresmian ini menegaskan arah besar pembangunan nasional: mendorong hilirisasi, memperkuat inovasi, dan membangun kemandirian ekonomi. Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi mulai menempatkan diri sebagai produsen dan pemain utama dalam industri global berbasis teknologi ramah lingkungan.