Tungku “Beehive” Dongkrak Industri Arang Kelapa, Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM

0
72
Tungku Beehive
Implementasi teknologi tungku Beehive oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri nasional, khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM), untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ketahanan di tengah dinamika global. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penerapan teknologi tungku Beehive bagi IKM arang tempurung kelapa di Desa Rumengkor.

Program ini dijalankan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado sebagai bagian dari penguatan layanan teknis, pendampingan teknologi tepat guna, serta peningkatan kapasitas produksi di daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan industri nasional.

“Di tengah tuntutan kecepatan produksi, industri dalam negeri perlu meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Teknologi seperti tungku Beehive ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurutnya, transformasi teknologi di sektor IKM merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam.

Teknologi tungku Beehive sendiri merupakan metode karbonisasi modern yang mampu menghasilkan proses pembakaran lebih stabil dan efisien. Dengan kapasitas bahan baku sekitar 4 ton tempurung kelapa per batch, teknologi ini mampu menghasilkan rendemen hingga 28–30 persen dengan kadar air rendah sekitar 5 persen. Hasil ini dinilai jauh lebih unggul dibandingkan metode konvensional yang cenderung boros energi dan menghasilkan kualitas tidak seragam.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Emmy Suryandari, menyampaikan bahwa transformasi layanan industri kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga efisiensi dan keberlanjutan.

“Transformasi ini bertujuan membangun ekosistem industri yang terstandar, efisien energi, berdaya saing, dan berorientasi ekspor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BSPJI Manado Soni Pitriajaya menyebut implementasi tungku Beehive sebagai langkah nyata dalam mempercepat hilirisasi komoditas kelapa di tingkat IKM.

“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi standar baru bagi industri arang tempurung kelapa, sehingga pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan produk yang kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa utama, Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan industri turunan berbasis kelapa. Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi arang bernilai ekspor diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Kemenperin optimistis, melalui program alih teknologi dan pendampingan seperti yang dilakukan BSPJI Manado, pelaku IKM akan semakin adaptif menghadapi tantangan global, termasuk fluktuasi energi, serta mampu memperkuat kemandirian industri nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.