Penjualan Eceran Maret 2026 Diprakirakan Tumbuh 2,4 Persen

0
117
Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Foto: Dyah Nugrahani)

(Vibizmedia – Jakarta) Kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan masih menunjukkan tren pertumbuhan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diproyeksikan meningkat sebesar 2,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kenaikan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tumbuh 9,3 persen (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 4,1 persen (mtm). Peningkatan ini didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta subkelompok sandang, seiring meningkatnya permintaan rumah tangga selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Pada Februari 2026, IPR tercatat tumbuh 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 sebesar 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan di berbagai kelompok, khususnya suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran Februari 2026 tumbuh 4,1 persen (mtm), berbalik dari kontraksi 2,7 persen (mtm) pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan.

Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, yakni Mei 2026, diperkirakan meningkat, sementara dalam enam bulan ke depan, yakni Agustus 2026, relatif stabil. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 yang diproyeksikan sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan April 2026 sebesar 153,9, seiring kenaikan harga bahan baku.

Sementara itu, IEH Agustus 2026 diperkirakan mencapai 157,2, relatif stabil dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 157,1.