Tanaman Hias Indonesia Tembus Transaksi Rp17 Miliar di Korea Selatan

0
54
Perwakilan pelaku industri berdiskusi dengan mitra internasional di booth florikultura Indonesia pada International Horticulture Goyang, Korea Selatan (Foto: dok RRI)

(Vibizmedia – Industry) Produk florikultura atau tanaman hias Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 1,1 juta atau sekitar Rp17,05 miliar dalam ajang “International Horticulture Goyang Korea” yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Goyang Special City Ilsan Lake Park, South Korea.

Potensi transaksi tersebut berasal dari berbagai produk budidaya petani Indonesia, seperti bunga sedap malam (Polianthes tuberosa), krisan atau seruni (Chrysanthemum sp.), dan mawar (Rosa sp.). Kehadiran bunga dan tanaman tropis Indonesia turut menarik perhatian pengunjung di tengah musim semi Korea Selatan.

Paviliun Indonesia menghadirkan sebelas petani florikultura yang tergabung dalam Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO). Sejumlah tanaman endemik yang dipamerkan antara lain Labisa (Labisa sp.), keladi atau telinga gajah (Alocasia sp.), sri rejeki (Aglaonema sp.), serta tanaman hasil teknik kultur jaringan (tissue culture).

Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul bersama Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan. Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengatakan pasar florikultura Korea Selatan memiliki potensi besar, khususnya untuk bunga potong.

Selain memfasilitasi pameran, KBRI Seoul dan ITPC Busan juga mendampingi penjajakan bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan importir Korea Selatan untuk membuka peluang ekspor tanaman hias Indonesia.

Kepala ITPC Busan, Husodo Kuncoro Yakti, menyebut capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar Korea Selatan terhadap produk florikultura Indonesia dan akan ditindaklanjuti agar terealisasi menjadi ekspor.

Sementara itu, Koordinator Bidang Sertifikasi dan Kompetensi ASBINDO, Virginanty, menilai tanaman hias Indonesia berhasil menjadi daya tarik utama di Paviliun Indonesia.

Peluang ekspor hortikultura Indonesia ke Korea Selatan dinilai semakin terbuka seiring meningkatnya tren home-gardening dan fenomena “pet-plant”, yaitu tanaman yang dianggap sebagai pendamping emosional oleh masyarakat Korea Selatan. Indonesia pun memiliki keunggulan melalui ragam tanaman tropis eksotis yang sulit ditemukan di negara empat musim.