Kolaborasi Lima Negara, Indonesia Tuan Rumah Pelatihan Penerbangan Berbasis Kompetensi

0
71
Foto: Kemenhub

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor penerbangan melalui pengembangan pelatihan berbasis standar internasional. Upaya ini diwujudkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan melalui Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara yang sukses menggelar pelatihan Validation Competency-based Training (VCT) 2026 mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO).

Pelatihan yang berlangsung pada 11–15 Mei 2026 di Tangerang ini diikuti tujuh peserta bersertifikat ICAO Qualified Course Developer (IQCD) dari lima negara, yaitu Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, dan Kazakhstan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas SDM penerbangan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika industri aviasi global.

Kepala PPSDMPU, M. Abrar Tuntalanai, menyatakan bahwa peningkatan kualitas tenaga profesional penerbangan tidak hanya menjadi kebutuhan nasional, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan penerbangan sipil internasional. Ia menegaskan, pelatihan ini dirancang untuk menghasilkan SDM yang kompeten, baik dari sisi keterampilan, pengetahuan, maupun sikap dalam pengembangan sistem pelatihan.

Menurutnya, peran validator kompetensi sangat strategis dalam memastikan pelatihan berbasis kompetensi tetap sesuai dengan prinsip ICAO dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk memvalidasi desain sistem instruksional serta menilai program pelatihan sesuai pedoman ICAO Document 9941 Training Development Guide.

Selama lima hari, peserta mengikuti pembelajaran intensif yang mencakup metodologi pengembangan pelatihan hingga evaluasi efektivitas materi. Mereka juga mempelajari tahapan validasi, termasuk penelaahan laporan pengembangan pelatihan serta evaluasi kualitas materi agar memenuhi standar keselamatan dan operasional penerbangan internasional.

Pelatihan ini turut menghadirkan instruktur ICAO, Capt. Mostafa Hoummady, yang memberikan pembekalan langsung terkait implementasi standar global dalam sistem pelatihan penerbangan berbasis kompetensi.

Abrar menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pelatihan, tetapi dari kemampuan peserta dalam mengimplementasikan kompetensi tersebut di institusi masing-masing. Ia berharap para peserta mampu melakukan validasi program pelatihan secara komprehensif serta mengevaluasi kualitas dan efektivitasnya secara sistematis.

Program VCT ICAO sendiri dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan memvalidasi pelatihan berbasis kompetensi sesuai pedoman internasional. Pendekatan ini menjadi standar penting dalam dunia penerbangan modern karena menekankan penguasaan keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja yang terukur.

Melalui pelatihan ini, PPSDMPU semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan SDM penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan standar global. Selain mendukung harmonisasi standar pelatihan internasional, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama antarnegara serta memperkuat daya saing SDM nasional di sektor transportasi udara.