Perkuat Keamanan Pangan, Pengelola SPPG Dibekali Standar HACCP demi Gizi Aman dan Berkualitas

0
86
SPPG
Makanan Bergizi Gratis. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian terus memperkuat penerapan sistem keamanan pangan guna mendukung penyediaan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengenalan dan Pemahaman Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Pontianak (BSPJI).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas produk pangan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemenuhan gizi.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5).

Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di BSPJI Pontianak ini diikuti para pengelola SPPG dari Kabupaten Landak dan Kota Pontianak. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai sistem keamanan pangan berbasis HACCP, mulai dari identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari menyampaikan bahwa penguatan standardisasi dan sistem jaminan mutu menjadi aspek krusial untuk memastikan kualitas produk sekaligus perlindungan konsumen.

“Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” kata Emmy.

Sementara itu, Kepala BSPJI Pontianak, Ahmad Nashoruddin Muammar menekankan bahwa pemahaman terhadap sistem HACCP sangat penting dalam mendukung layanan pemenuhan gizi masyarakat yang aman dan berkualitas.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para pengelola SPPG diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan sistem keamanan pangan secara menyeluruh agar kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga.

Bimbingan teknis tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BSPJI Pontianak dalam memberikan pembinaan dan pendampingan di bidang standardisasi serta keamanan pangan kepada pelaku industri maupun lembaga pelayanan masyarakat di Kalimantan Barat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pangan nasional yang aman, bermutu, dan berkelanjutan.