
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam periode Rabu (20/05) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (21/05) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah berupa banjir masih mendominasi, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi perhatian serius pemerintah.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, banjir melanda Kabupaten Kotawaringin Timur sejak Selasa (19/05) akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap. Sedikitnya 336 jiwa dari 107 kepala keluarga (KK) terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, dan Kota Besi. Sebanyak 107 rumah, enam fasilitas ibadah, sembilan fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa terdampak genangan. Hingga Rabu (20/05), kondisi banjir dilaporkan mulai surut.
Sementara di DKI Jakarta, hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pada Selasa (19/05). BNPB mencatat 4.215 jiwa dari 1.233 KK terdampak di berbagai titik, mulai dari Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Minggu, Pancoran, Tebet, hingga Cengkareng dan Kebayoran Baru. BPBD DKI Jakarta bersama unsur terkait melakukan penyedotan genangan, evakuasi warga, serta pemantauan intensif. Kondisi air dilaporkan berangsur surut di sejumlah lokasi.
Banjir juga terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur, akibat hujan deras dan meluapnya sungai. Sebanyak 1.102 jiwa dari 327 KK terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Rejoso, Grati, dan Winongan. Di Aceh, banjir di Kabupaten Bireuen memengaruhi 786 jiwa dari 214 KK, dengan kondisi yang mulai membaik seiring surutnya air.
Selain kejadian baru, BNPB masih memantau banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang telah berlangsung sejak Minggu (17/05). Sedikitnya 5.078 KK terdampak, dengan kerusakan pada rumah, jembatan gantung, dan akses jalan di tiga kecamatan. Beberapa wilayah mulai surut, namun genangan masih bertahan di sejumlah desa akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih menjadi salah satu kejadian paling menonjol secara nasional. Hingga Rabu (20/05), luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare. Operasi pemadaman terus dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan melibatkan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait.
BNPB juga terus memantau perkembangan banjir dan longsor di Sulawesi Selatan, termasuk masa tanggap darurat di Kabupaten Luwu Utara dan Bone. Sementara di Nusa Tenggara Timur, status tanggap darurat erupsi Gunung Gunung Lewotobi Laki-laki masih diperpanjang hingga akhir Juni 2026.
Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Di sisi lain, beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG guna mengantisipasi potensi bencana sejak dini.







