Peringatan Hari Kemerdekaan Georgia, Soroti Sejarah Perjuangan dan Penguatan Kerja Sama Bilatera

0
60
Foto bersama dari para pejabat pemerintah, anggota parlemen, dan korps diplomatik, bersama Duta Besar Georgia untuk Indonesia, H.E. Tornike Nozadze dalam perayaan Hari Kemerdekaan Georgia, 26 Mei 2026, di Jakarta (Foto: Dyah M Nugrahani)

(Vibizmedia – Jakarta) Kedutaan Besar Georgia di Republik Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Kemerdekaan Georgia pada 26 Mei 2026 di Jakarta dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintah Indonesia, anggota parlemen, korps diplomatik, serta perwakilan dari kalangan dunia usaha, akademisi, budaya, dan media.

Dalam sambutannya, Duta Besar Georgia untuk Indonesia, H.E. Tornike Nozadze, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan serta menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan memiliki makna penting sebagai refleksi perjalanan sejarah bangsa Georgia sekaligus momentum untuk memperkuat kerja sama internasional.

Duta Besar juga menekankan bahwa peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan mencerminkan perjalanan panjang Georgia dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan negara.

Makna Historis Hari Kemerdekaan Georgia

Hari Kemerdekaan Georgia yang diperingati setiap tanggal 26 Mei menandai deklarasi kemerdekaan pertama pada tahun 1918, setelah runtuhnya Kekaisaran Rusia. Namun demikian, kedaulatan tersebut tidak berlangsung lama karena pada tahun 1921 Georgia berada di bawah kekuasaan Uni Soviet.

Setelah lebih dari tujuh dekade, Georgia kembali memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1991 seiring dengan runtuhnya Uni Soviet. Sejak saat itu, Georgia terus melakukan konsolidasi institusi negara, mendorong pembangunan ekonomi, serta meningkatkan peran aktifnya dalam hubungan internasional.

“Momentum ini mengingatkan kami tidak hanya pada perjuangan masa lalu, tetapi juga pada komitmen untuk terus mendorong perdamaian, pembangunan, dan kerja sama internasional,” ujar Duta Besar.

Penguatan Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Tornike Nozadze menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis Georgia di kawasan Asia Tenggara. Peran Indonesia yang signifikan dalam konteks regional maupun global menjadikannya mitra penting dalam pengembangan kerja sama bilateral.

Hubungan antara Georgia dan Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif, khususnya dalam sektor perdagangan, pariwisata, pendidikan, serta hubungan antar masyarakat.

“Hubungan bilateral ini dibangun atas dasar saling menghormati, nilai-nilai bersama, serta komitmen terhadap hukum internasional dan dialog sebagai sarana utama kerja sama,” jelasnya.

Duta Besar juga menyampaikan apresiasi atas hubungan persahabatan yang erat serta keramahan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Peran Budaya dalam Diplomasi

Selain aspek politik dan ekonomi, Georgia juga menempatkan budaya sebagai elemen penting dalam diplomasi internasional. Dalam kegiatan tersebut, para tamu diperkenalkan pada kekayaan budaya Georgia yang mencerminkan identitas nasional yang kuat.

Salah satu warisan budaya yang menjadi perhatian adalah tradisi pembuatan anggur Georgia, yang telah berlangsung lebih dari 8.000 tahun. Metode tradisional menggunakan qvevri telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Duta Besar menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bagian integral dari identitas Georgia sekaligus sarana untuk mempererat hubungan antarbangsa.

Harapan ke Depan

Menutup sambutannya, Duta Besar Tornike Nozadze menyampaikan harapan agar hubungan antara Georgia dan Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, penguatan kerja sama bilateral dinilai memiliki peran penting dalam mendorong stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan hubungan antar masyarakat.

Perayaan Hari Kemerdekaan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun hubungan yang lebih erat antara Georgia dan Indonesia.