Menonton Bersama Jadi Strategi Bangun Ekosistem Digital Sehat

0
54
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengajak keluarga di Indonesia untuk menghidupkan kembali budaya menonton bersama sebagai upaya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pengalaman menonton kini cenderung menjadi aktivitas individual akibat penggunaan gawai. Kondisi ini berpotensi mengurangi interaksi dalam keluarga, bahkan saat berkumpul bersama.

“Budaya menonton bersama penting untuk mengembalikan kedekatan dalam keluarga. Saat ini, banyak anggota keluarga yang justru sibuk dengan perangkat masing-masing, termasuk ketika berada di satu ruang,” ujar Nezar dalam acara Netflix Family Festival 2026 World of Wonder di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Ia menekankan bahwa kebiasaan co-viewing atau menonton bersama tidak sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Melalui aktivitas tersebut, orang tua dapat mendampingi anak, memberikan penjelasan atas konten yang ditonton, serta menanamkan nilai-nilai positif.

Menurut Nezar, momen menonton bersama juga menjadi ruang interaksi yang memperkuat komunikasi dan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Konsep ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang bertujuan menciptakan ruang digital yang aman bagi anak melalui pembatasan akses sesuai usia serta penyediaan konten yang relevan dengan tahap perkembangan mereka.

Ia menambahkan, platform digital diharapkan tidak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga menghadirkan konten yang edukatif dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga mengapresiasi langkah Netflix dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, seperti penyediaan fitur kontrol orang tua, pengembangan kanal Kids and Family, serta penyelenggaraan Netflix Family Festival yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, industri kreatif, dan keluarga dalam menciptakan ekosistem digital yang ramah anak.

Selain itu, festival tersebut juga menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi para kreator melalui berbagai kelas bersama praktisi animasi dan perfilman internasional. Nezar menilai hal ini mencerminkan semakin besarnya potensi industri kreatif Indonesia.

Ia menambahkan bahwa perkembangan film Indonesia saat ini menunjukkan tren positif dan mampu bersaing di pasar nasional. Momentum ini, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk terus menghadirkan konten lokal yang berkualitas, ramah anak, serta mengandung nilai edukatif dan inspiratif bagi keluarga.