Memaksimalkan Penerimaan Kredit SBN, Strategi Pemerintah Menekan Utang Negara

0
836

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah harus cermat mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi menghambat pembayaran utang. Tahun ini potensi pelebaran defisit anggaran diperkirakan melampaui target.

Ekspektasi penerimaan pajak tahun ini sulit tercapai hingga 100%, menyusul pelambatan ekonomi domestik selama kuartal pertama. Total utang pemerintah selama semester I-2015 tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp 2.864,18 triliun lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 2.843,25 triliun.

Akibat pelebaran defisit anggaran tersebut, pemerintah berupaya untuk menekannya melalui penerbitan obligasi dan juga penerbitan Euro bond yang berkaitan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Sampai dengan semester I-2015, pemerintah telah melakukan pembayaran pokok sebesar Rp 117,307 triliun yang terdiri dari pokok pinjaman sebesar Rp 31,71 triliun atau sebesar 49,18% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) dan pembayaran pokok Surat Berharga Negara (SBN) semester I-2015 sebesar Rp 73,61 triliun atau sebesar 47,27% dari APBN-P.

Terkait dengan isu global dan Euro bonds, pemerintah harus cermat dan mampu mengelola kebijakan untuk menutup defisit anggran dan pembiayaan APBN-P dengan memaksimalkan kredit penerimaan SBN.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here