(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (26/6), terpantau tergelincir tajam 163,924 poin (2,73%) ke level 5.835,114 setelah dibuka turun ke level 5.873.070.
IHSG bergerak terkoreksi lagi ke area 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah dipimpin Kospi oleh profit taking investor atas saham-saham terkait AI, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir bias terkoreksi dalam pasar yang volatile.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,31% atau 55 poin ke level Rp 17.970, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah melemah di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari 13 bulan lebih tertingginya oleh data GDP Amerika yang melampaui estimasi dan mengurangi prospek kenaikan suku bunga the Fed tahun ini.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.915, serta terpantau terkoreksi ke sekitar 2 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 125,968 poin (2,10%) ke level 5.873.070. Sedangkan indeks LQ45 turun 6,810 poin (1,16%) ke level 580,940. Siang ini IHSG melemah signifikan 163,924 poin (2,73%) ke level 5.835,114. Sementara LQ45 terlihat turun 2,07% atau 12,190 poin ke level 575,940.
Tercatat saat ini sebanyak 201 saham naik, 426 saham turun dan 178 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 4,87%, dan Hang Seng yang turun 1,87%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah dipimpin Kospi oleh profit taking investor, serta mencermati Wall Street yang berakhir bias terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









