Indonesia Catat Surplus Dagang dengan Taiwan, Produk Pangan Kian Diminati

0
140
Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026 di Taipei. Foto Kemendag RI (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai perdagangan Indonesia dengan Taiwan mencapai USD 3,10 miliar atau sekitar Rp55,78 triliun pada periode Januari–April 2026. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 1,59 miliar, sedangkan impor dari Taiwan sebesar USD 1,51 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 80 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan kinerja perdagangan kedua negara terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia-Taiwan mencapai USD 9,95 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 5,54 miliar dan impor USD 4,4 miliar, sehingga Indonesia mencatat surplus sebesar USD 1,13 miliar.

Sejalan dengan tren tersebut, produk pangan Indonesia mencatat potensi transaksi senilai USD 5 juta atau sekitar Rp89,5 miliar melalui partisipasi Paviliun Indonesia pada Food Taipei Mega Show 2026 yang berlangsung di Taipei, 24–27 Juni 2026.

Menurut Puntodewi, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar Taiwan terhadap produk pangan Indonesia. Potensi transaksi itu merupakan hasil kolaborasi antara KDEI Taipei, Kemendag, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Akademi Mudah Ekspor (AME), pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis di Taiwan.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar ekspor sekaligus mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon pembeli potensial. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli yang tinggi, Taiwan dinilai sebagai pasar strategis sekaligus pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Asia Timur.

Pada ajang yang diikuti sekitar 1.750 peserta dari 33 negara itu, Paviliun Indonesia menampilkan lebih dari 20 pelaku usaha dengan beragam produk unggulan, seperti sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus premium, gula kelapa sagu, dan produk olahan perikanan.

Selama empat hari penyelenggaraan, Paviliun Indonesia dikunjungi sekitar 500 pengunjung dan memfasilitasi business matching dengan importir, distributor, peritel, serta calon mitra bisnis. Produk yang paling diminati meliputi sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, rempah-rempah, saus premium, mi sehat, dan gula kelapa sagu.

Ke depan, KDEI Taipei akan terus memperkuat promosi melalui business matching, misi dagang, dan pengembangan kemitraan strategis guna memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk pangan berkualitas di pasar global.