(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan urgensi penguatan kolaborasi antarnegara ASEAN dalam membangun ekosistem digital yang terbuka, aman, interoperabel, dan inklusif. Langkah ini dinilai krusial di tengah ketatnya persaingan teknologi global serta dinamika geopolitik yang kian kompleks.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menyampaikan bahwa kawasan ASEAN kini menghadapi spektrum tantangan baru, mulai dari perubahan lanskap geopolitik, kompetisi teknologi, hingga disrupsi rantai pasok global. Selain itu, isu keamanan siber, kedaulatan digital, dan tata kelola teknologi baru juga semakin mengemuka.
“ASEAN berada dalam lingkungan global yang semakin kompleks, ditandai oleh dinamika geopolitik, persaingan teknologi, serta rantai pasok yang terus berkembang, disertai meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan siber, kedaulatan digital, dan tata kelola teknologi baru,” ujar Ismail saat membuka 2026 ADGSOM-ATRC Joint Working Group Meeting di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut ASEAN untuk tetap menjaga sentralitas kawasan melalui penguatan solidaritas antarnegara anggota, sekaligus memperluas kerja sama strategis dengan para mitra internasional.
Menurutnya, kolaborasi regional menjadi kunci agar transformasi digital tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga kepentingan bersama di tengah percepatan perkembangan teknologi.
“Melalui kerja sama yang erat, ASEAN dapat memastikan transformasi digital menjadi motor penggerak stabilitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus tetap melindungi kepentingan bersama di dunia yang semakin terhubung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ismail menyoroti implementasi tahun pertama ASEAN Digital Master Plan 2030 (ADM 2030) sebagai momentum penting dalam memperkuat fondasi kerja sama digital kawasan untuk lima tahun ke depan.
Ia menjelaskan bahwa dokumen tersebut berperan sebagai kerangka strategis yang akan membimbing negara-negara ASEAN dalam mengantisipasi perkembangan teknologi baru, sekaligus memastikan kawasan tetap adaptif terhadap perubahan lanskap digital global yang berlangsung cepat.
“ADM 2030 menjadi panduan utama agar ASEAN tetap siap menghadapi kemajuan teknologi sekaligus responsif terhadap dinamika ekosistem digital global,” pungkasnya.









