hingga hari ini Beef steak adalah makanan mewah berseni yang di sajikan di Steakhouse. Hidangan ini dimasak dengan cara dipanggang (grilled), digoreng (pan fried), dibakar dan kini bisa juga digoreng.
Beef Steak bisa juga disebut sebagai suatu seni kuliner, karena disajikan dengan tingkat kematangan tertentu (dari tingkat setengah matang hingga tingkat sangat matang). Menyantap Beef steak biasanya disertai dengan kentang goreng atau rebus, serta sayuran seperti bayam, jagung, tomat atau lainnya.
Beef Steak memiliki perjalanan tersendiri mengikuti sejarah peradaban manusia. Pada jaman Purba, Manusia purba mencari binatang buruan dan mengolahnya untuk makanan konsumsi. Daging hasil buruan tadi dipotong dan diiris dan dibakar diatas api, Tanpa diberi bumbu. Potongan daging inilah yang bisa dikatakan sebagai cikal bakal Steak.
Pada jaman Romawi kuno, kebiasaan memasak daging diatas api sudah menjadi suatu tradisi bagi umat manusia. irisan daging yang dibakar itu diatur tingkat kematangannya dan sudah diberi bumbu. Banyak metode yang dilakukan oleh Orang orang Romawi kuno, yaitu dengan cara mencincang hingga memukul daging hingga empuk.
Bumbu yang digunakan pada jaman Romawi adalah Garum yang berupa fermentasi usus ikan, sari anggur yang mereka sebut “Defrutum”, lada hitam serta rempah herbal. Jadi Steak pada masa Romawi rasanya cenderung gurih, manis dan asam.
Perkembangan selanjutnya mengenai Beef steak, tercatat di Eropa pada abad ke-15. Kata “Steik” berasal dari Bahasa Skandinavia kuno yang berarti potongan atau irisan daging panggang. Pada masa ini pengolahan Steak mulai menggunakan wajan yang terbuat dari besi. Teknik pemanggangan lebih berkembang dan terkontrol. Seiring dengan makin populernya Steik sebagai makanan di Eropa, maka rumah makan steik mulai menjamur. Pada abad pertengahan ini, Steak lebih dikenal sebagai makanan para bangsawan.
Setelah benua Amerika ditemukan, banyak warga Eropa yang bermigrasi dan membawa budaya mereka, yaitu Steik ke Amerika Serikat. Perkembangan Steik di negeri Paman Sam ini sangat pesat pada abad ke-19. Peternakan tumbuh Makmur. Daging sapi berkualitas dapat diperoduksi dengan baik. Ditambah budaya amerika yang dikenal dengan “cowboy” yang makin popular dan mendunia. Dalam budaya ini terdapat tradisi barbeque, membakar atau memaggang potongan daging diatas api dalam pertemuan pertemuan pesta yang sekarang marak dilakukan di seluruh dunia. Satu lagi, dari Amerika serikat lahirnya, “Steakhause” yaitu tempat makan bagi orang kaya.
Mengolah dan menikmati Steak adalah sebuah seni kuliner tersendiri. Bagi para pecinta kuliner, mengolah daging steak bagaikan pengalaman kulier tersendiri dimana semua kemampuan panca indera dikerahkan untuk menghasilkan cita rasa yang autentik.
Beberapa unsur penting dalam Steak yang perlu diperhatikan :
Pertama, pemilihan potongan daging harus sesuai standard yang tepat karena setiap bagian dan potongan daging memiliki cita rasa yang berbeda.
– Ribeye : Potongan daging ini bercirikan marbling (lemak interpersonal) yang tinggi. Potongan daging ini berasa gurih dan juicy setelah diolah menjadi steak.
– Filet Mignon (Tenderloin) : Potongan daging yang berasa paling empuk dan memiliki tingkat lemak yang rendah. Tekstur dan rasa lembut dan halus,
– Sirloin/Striploin : Ciri potongan dagingnya memiliki garis lemak di pinggir, memberikan keseimbangan antara tekstur yang kenyal dan rasa daging yang kuat.
Ke dua, tingkat kematangannya (doneness).
Bagian tengah potongan daging berwarna merah cerah dan dingin. Tekstur daging berasa sangat lembut.
b. Tingkat Medium Rare
Banyak yang mengatakan bahwa tingkat kematangan tahap ini adalah yang paling dicari oleh pecinta steak. Bagian tengah potongan daging berwarna merah muda hangat, lemak sudah mulai meleleh dan memberikan rasa maksimal.
c. Tingkat Medium
Bercirikan bagian tengah potongan daging berwarna merah muda dengan tekstur yang lebih padat.
d. Tingkat Well done
Seluruh potongan daging matang sepenuhnya, Tekstur berasa jauh lebih keras dan rasa daging asli tersamar oleh rasa panggangan.
Proses seni lainnya adalah resting, dimana Ketika daging baru saja selesai dimasak, harus didiamkan selama lima hingga sepuluh menit untuk memberikan waktu cairan daging meresap ke seluruh serat.
Ketika menyantap daging steak, selalu potong daging melawan arah serat ototnya. Daging akan terasa jauh lebih empuk dan nikmat Ketika dikunyah. Teknik ini dinamakan “against the grain”.
Menikmati Steak juga ada aturannya. Dimulai dengan menyantap steik tanpa saus tanbahan, untuk menghormari rasa aslinya yang berkualitas. Setelah itu, dapat digunakan saus tambahan seperti mushroom, peppercorn atau chimchurri.









