Dari Yogyakarta, Ekonomi Kerakyatan Diperkuat Lewat UMKM dan Becak Listrik

0
46
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – DIY) Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro sekaligus pelestarian transportasi tradisional yang ramah lingkungan. Komitmen ini ditunjukkan lewat pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 serta penyerahan Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Juli 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pembangunan ekonomi tidak harus menghapus identitas budaya. Justru, nilai-nilai tradisi dapat dipertahankan dan diperkuat melalui sentuhan teknologi, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menyoroti becak sebagai salah satu ikon khas Yogyakarta yang tetap relevan hingga kini. Melalui program Bekalista, pemerintah menghadirkan inovasi becak kayuh berbantuan tenaga listrik yang tetap mempertahankan ciri tradisional, namun lebih produktif dan efisien bagi para pengayuh.

“Bekalista bukan sekadar mengganti becak lama dengan teknologi baru. Ini adalah upaya menjaga ikon budaya Yogyakarta sekaligus memberi energi baru agar tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Menkeu dalam acara penyerahan simbolis ekosistem Bekalista dan pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah memandang usaha mikro sebagai pilar penting ketahanan ekonomi nasional. Saat ini, terdapat sekitar 66,5 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan lebih dari 97 persen merupakan usaha mikro. Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja. Meski demikian, usaha mikro juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi.

Karena itu, APBN 2026 diarahkan untuk memperkuat berbagai program prioritas, termasuk pemberdayaan koperasi dan UMKM, ketahanan pangan dan energi, serta perlindungan sosial. Salah satu langkah konkret adalah perluasan akses pembiayaan melalui Program Ultra Mikro (UMi).

Hingga Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan. Selain pembiayaan, dukungan juga diberikan dalam bentuk sertifikasi halal, pendaftaran merek, pelatihan, konsultasi usaha, hingga perluasan akses pemasaran.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pasar Rakyat UMi 2026 menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM binaan. Selain menawarkan berbagai produk unggulan, masyarakat juga dapat mengakses layanan publik seperti paket sembako murah, layanan perpajakan, Samsat, serta berbagai kegiatan edukatif dan hiburan di kawasan Alun-Alun Selatan Yogyakarta.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan program Bekalista kepada para penerima manfaat. Sebanyak 80 pengayuh becak menerima program ini, dengan 15 orang hadir secara langsung dalam seremoni penyerahan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah telah menyiapkan ekosistem pendukung, mulai dari 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, hingga bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Seluruh proses pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari perakitan hingga pengembangan sistem kelistrikan.

Menkeu menekankan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Keberlanjutan Bekalista harus didukung oleh tata kelola koperasi yang baik, kemandirian perawatan oleh mekanik lokal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas layanan dan menjangkau wisatawan.

Menurutnya, Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai contoh pembangunan ekonomi yang mampu memadukan budaya, kreativitas, teknologi, dan semangat gotong royong. Sinergi ini diyakini dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Menkeu mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kualitas produk UMKM, memperkuat kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan identitas lokal. Ia menegaskan, penguatan ekonomi rakyat adalah fondasi utama bagi ketahanan ekonomi nasional.

“Dari Yogyakarta, kita kirim pesan bahwa ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Yang kita nyalakan hari ini bukan sekadar becak, tetapi peluang, harapan, dan masa depan keluarga Indonesia,” tutupnya.