Kinerja APBN Semester I 2026 Membaik, Pendapatan Negara Tumbuh 21,4 Persen

0
59
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I 2026 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pendapatan negara tumbuh kuat, belanja tetap terjaga untuk mendukung prioritas pembangunan, sementara pembiayaan dikelola secara hati-hati guna menjaga kesehatan fiskal nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, APBN terus berperan sebagai instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas.

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun, yang masing-masing tumbuh lebih dari 21 persen.

Menurut Menkeu, kinerja positif seluruh komponen penerimaan tersebut memberikan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN. Belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.298,6 triliun, sementara transfer ke daerah mencapai Rp357,4 triliun. Belanja ini diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional.

Kondisi fiskal juga tetap terjaga, tercermin dari defisit APBN yang terkendali sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, tercatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp85,1 triliun, yang menunjukkan APBN tetap sehat dan mampu mendukung perekonomian.

Purbaya menegaskan, pengelolaan APBN dilakukan secara prudent, kredibel, dan berkelanjutan. Di satu sisi, pemerintah menjaga disiplin fiskal, sementara di sisi lain APBN tetap berfungsi sebagai peredam gejolak (shock absorber) dan pendorong pencapaian target pembangunan.

Perbaikan kinerja fiskal juga terlihat secara bertahap sepanjang semester pertama 2026. Pertumbuhan pendapatan meningkat dari 10,5 persen pada akhir Maret menjadi 21,4 persen pada akhir Juni. Sementara itu, realisasi belanja tetap terjaga dan pembiayaan dilaksanakan secara terukur untuk mendukung stabilitas fiskal.

Selain itu, pemerintah terus memperluas sumber pembiayaan melalui diversifikasi instrumen yang efisien. Salah satunya dengan rencana penerbitan Panda Bonds pada 23 Juli 2026 dengan target setara USD1 miliar atau sekitar CNY7 miliar, menyesuaikan kondisi pasar.

Indonesia juga telah memperoleh peringkat AAA/Stable dari China Lianhe Rating Co., Ltd., yang mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi, kesinambungan fiskal, serta kapasitas pembayaran utang yang baik.

Menkeu menambahkan, kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia tetap terjaga. Hal ini menjadi modal penting bagi pemerintah dalam mengelola pembiayaan secara efisien, memperkuat ketahanan fiskal, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.