UMKM Jadi Sarana Berkarya, Pensiun Bukan Akhir Produktivitas

0
59
Founder Namira Ecoprint, Yayuk Agustin (kiri) dalam Talkshow Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond di Surabaya, Jawa Timur, 29 Juli 2026). (Foto: InfoPublik)

(Vibizmedia – Nasional) Masa pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Founder Namira Ecoprint, Yayuk Agustin, menyampaikan hal ini saat berbagi pengalaman membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk ramah lingkungan dalam Talkshow She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).

Di usia 64 tahun, Yayuk mengaku tidak pernah menganggap usia sebagai penghalang untuk memulai usaha. Menurutnya, pensiun justru menjadi momentum untuk tetap produktif dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Jangan pernah merasa tua. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pensiun itu tidak berhenti,” ujarnya.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Namira Ecoprint yang mulai dirintis pada 2019, menjelang masa pensiunnya. Ia menilai tetap aktif berkegiatan merupakan cara menjaga kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Namira Ecoprint menghadirkan produk fesyen dan kerajinan yang memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, akar, dan batang pohon. Konsep ramah lingkungan ini mengantarkan produknya menembus pasar internasional, termasuk Rusia dan sejumlah negara di Eropa.

Atas komitmennya terhadap keberlanjutan, Namira Ecoprint berhasil memperoleh sertifikat ekolabel dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, perusahaan tersebut juga meraih penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital pada akhir 2024.

Pengalaman Yayuk mengajarkan bahwa tantangan terbesar dalam mengembangkan UMKM bukan semata keterbatasan modal atau pemasaran, melainkan kemampuan menjaga semangat dan kreativitas. Disinilah banyak pelaku usaha yang mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memiliki mental pantang menyerah agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Kami tidak pernah patah semangat. Kami juga tidak mau kalah dengan yang muda-muda. Harus terus berinovasi dan menjaga kualitas produk,” tegasnya.

Kini, Namira Ecoprint tidak hanya memasarkan produk ramah lingkungan, tetapi juga mengembangkan wisata edukasi. Melalui kerja sama dengan biro perjalanan, termasuk yang melayani wisatawan mancanegara, pengunjung dapat mengunjungi butik sekaligus mengikuti pelatihan membuat ecoprint secara langsung.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa UMKM dapat terus tumbuh dan menghadirkan nilai tambah, bahkan setelah memasuki masa pensiun.