
(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan dukungannya terhadap pengembangan talenta muda kreatif berjiwa wirausaha, sebagaimana tercermin dalam puncak ajang Prestasi Junior Indonesia (PJI). Sejak 2011, PJI telah membekali lebih dari dua juta generasi muda Indonesia dengan keterampilan kerja, literasi keuangan, serta kemampuan membangun usaha berkelanjutan.
Dalam sambutannya di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), Irene menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan peningkatan jumlah wirausaha untuk menjadi negara maju. Ia mengutip data Bank Dunia yang menyebutkan kebutuhan minimal empat persen wirausaha sebagai titik awal, sementara idealnya mencapai 10–12 persen. Menurutnya, kewirausahaan tidak sekadar mendirikan usaha, tetapi juga mencerminkan sikap tanggung jawab, rasa memiliki, dan tujuan yang jelas dalam setiap pekerjaan.
PJI sendiri merupakan bagian dari JA Worldwide, organisasi nirlaba global di bidang pendidikan kewirausahaan. Pada tahun ini, sebanyak 45 tim berkompetisi hingga terpilih sembilan tim terbaik tingkat SMA/SMK, dengan dua tim di antaranya akan mewakili Indonesia di ajang kewirausahaan Asia Pasifik.
Ketua Dewan Eksekutif PJI, Pribadi Setiyanto, menjelaskan bahwa program-program PJI mengedepankan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Peserta juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan mentor dan sukarelawan dari dunia bisnis agar pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Salah satu program unggulan, Student Company, memungkinkan siswa SMA dan SMK mendirikan serta mengelola perusahaan mereka sendiri. Melalui program ini, peserta belajar mengembangkan produk, menyusun model bisnis, memimpin tim, mengelola keuangan, hingga memahami pasar dan menghadapi tantangan usaha secara nyata.
Selama dua dekade pelaksanaannya di Indonesia, program ini telah menjangkau lebih dari 18.000 siswa dan melahirkan 845 bisnis siswa. Pada periode 2025–2026, pengembangan ide bisnis difokuskan pada empat isu strategis, yakni ekonomi sirkular, gaya hidup sehat, perubahan iklim, dan potensi kekayaan lokal.
Kementerian Ekraf menilai penguatan kewirausahaan sejak dini sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan semakin banyak talenta muda yang mampu menciptakan inovasi, membuka lapangan kerja, serta mengembangkan kekayaan intelektual Indonesia menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing global.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai sektor, sementara Wamen Ekraf didampingi Direktur Kuliner Romi Astuti.

(Foto: Kemenekraf)








