Di Balik Pesona Grand Place, Brussels

0
48
Grand Place, Brussels (Foto: Dorothy Rosalita)

(Vibizmedia – Lensa Vibizmedia) Setiba di jantung kota Brussels, pandangan kita akan langsung tertuju pada pesona Grand Place yang berdiri megah mengelilingi alun-alun. Bangunan-bangunan guildhall tua dari abad pertengahan berjejer rapat, dihiasi ukiran detail beraksen emas yang bercahaya karena matahari sore.

Di satu sudut, Menara Balai Kota (Hôtel de Ville) yang bergaya Gotik menjulang tinggi menembus awan, memancarkan keanggunan sejarah yang telah bertahan ratusan tahun. Tepat di depannya, keberadaan kereta wisata e-carriage bertenaga listrik yang terparkir rapi menanti penumpang,  sebuah perpaduan antara keindahan masa lalu dan  teknologi masa kini. Namun, pesona tempat ini  tidak berhenti di tengah alun-alun utama yang ikonik tersebut.

Kita bisa menyusuri jalan-jalan berbatu cobblestone yang menembus ke berbagai arah dari pusat alun-alun. Maka akan tercium aroma manis wafel hangat yang baru saja diangkat dari cetakan di kedai Gaufre de Bruxelles. Wangi adonan mentega dan karamel tersebut  berpadu dengan harumnya cokelat kaya rasa dari toko-toko chocolatier legendaris seperti Neuhaus, tempat di mana praline pertama kali diciptakan dan kini terpajan di balik jendela kaca.

Neuhaus, Brussels (Foto: Dorthy Rosalita)

Di sebuah sudut persimpangan yang ramai, kedai Chez Papy Resto Snack berdiri mencolok dengan dekorasi kentang goreng raksasa di balkonnya serta kibaran bendera Belgia. Tempat ini diserbu oleh antrean panjang para pelancong mancanegara yang sabar menanti giliran untuk mencicipi Belgian fries  yang renyah, lengkap dengan aneka sausnya yang melimpah. Gelak tawa dan ramainya percakapan dalam pelbagai bahasa dunia terdengar.  

Suasana makin seru ketika lantunan melodi gitar listrik berwarna merah menyala terdengar bergema indah di antara dinding-dinding batu tua. Seorang musisi jalanan berpenampilan nyentrik dengan topi hitam dan mantel panjang tampak begitu menghayati setiap petikan senarnya di depan kedai Brussels Grill. Musiknya memikat perhatian orang-orang yang sedang duduk santai menikmati hidangan kerang mussels di area meja terbuka, menciptakan panggung pertunjukan spontan yang begitu hidup.

Seorang musisi jalanan sedang beraksi di Brussels (Foto: Dorthy Rosalita)

Tidak jauh dari panggung kecil sang musisi, kemewahan pintu masuk Galeries Royales Saint-Hubert berdiri menanti dengan gagah. Lorong pertokoan beratap kaca yang tinggi dan elegan dipenuhi lalu lalang wisatawan yang menikmati etalase jam tangan mewah, toko buku kuno, hingga kafe-kafe gaya Gilded Age

Galeries Royales Saint-Hubert (Foto: Dorthy Rosalita)