Pasca Gempa M7,7, Listrik dan Komunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

0
89
Perbaikan Jaringan Listrik
Upaya perbaikan jaringan listrik yang dilakukan oleh tim tim Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemulihan infrastruktur dasar terus dikebut setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Selain menimbulkan korban dan kerusakan bangunan, gempa turut mengganggu jaringan listrik serta komunikasi masyarakat.

Kabar positif datang dari proses pemulihan jaringan listrik yang kini mendekati 100 persen. Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melaporkan, pada Senin (17/8/2026), pemulihan jaringan listrik yang ditangani Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah berlangsung optimal.

Trafo gardu induk (GI) telah pulih 100 persen, sementara tiang listrik atau penyalur yang terdampak telah kembali berfungsi mencapai 98,3 persen.

Dari 3.478 gardu distribusi yang terdampak, sebanyak 99,45 persen telah kembali menyala. Sementara itu, dari total pelanggan di wilayah terdampak, sebanyak 564.065 pelanggan atau 99,4 persen telah kembali mendapatkan aliran listrik.

Enam Kabupaten di Flores Barat Mulai Kembali Normal

UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sementara UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Pulihnya jaringan listrik menjadi faktor penting dalam mempercepat aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan publik, komunikasi, kegiatan ekonomi, hingga proses penanganan pascabencana.

Jaringan Telekomunikasi Ikut Dipulihkan

Tak hanya listrik, pemulihan jaringan telekomunikasi juga menunjukkan perkembangan signifikan.

Jaringan komunikasi yang dikelola Telkomsel telah pulih lebih dari 90 persen di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai.

Sementara itu, Manggarai Timur masih menjadi wilayah yang membutuhkan pemulihan lebih lanjut. Tingkat pemulihan jaringan di daerah tersebut mencapai 76,3 persen, dengan 14 site masih mengalami kendala.

Kembalinya jaringan komunikasi menjadi sangat penting bagi masyarakat terdampak untuk berkomunikasi dengan keluarga, mendapatkan informasi, serta mendukung koordinasi penanganan bencana.

Infrastruktur Pulih, Aktivitas Warga Diharapkan Bangkit

Pospenas berharap pemulihan listrik dan jaringan komunikasi yang berlangsung cepat dapat membantu masyarakat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemulihan tersebut juga berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur lainnya, termasuk akses jalan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak yang dilakukan melalui pos komando dengan dukungan Pospenas.

Di tengah proses pemulihan pascagempa, kembalinya listrik dan komunikasi menjadi sinyal penting bahwa Flores mulai bangkit.

Dengan hampir seluruh pelanggan kembali menikmati aliran listrik dan sebagian besar jaringan komunikasi telah pulih, masyarakat memiliki modal penting untuk kembali beraktivitas dan secara bertahap memulihkan kehidupan setelah bencana.