(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Jumat sore ini (21/8), terpantau menguat 24,105 poin (0,37%) ke level 6.525,690, setelah dibuka naik ke level 6.524.075.
IHSG bergerak melanjutkan rally mencapai level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah harga minyak mentah dunia yang naik lagi dan mengikuti sentimen bursa AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam tekanan jual cukup tajam.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,28% atau 50 poin ke level Rp 17.690, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah bangkit terbatas di sesi global sebelumnya, tertekan pada area 3,5 bulan terendahnya di tengah naiknya yields U.S. Treasury dan sentimen the Fed yang dovish.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.740, serta terpantau rally 3 hari ke 13 minggu terkuatnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 22,490 poin (0,35%) ke level 6.524.075. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,620 poin (0,41%) ke level 641,360. Siang ini menguat 34,200 poin (0,53%) ke level 6.535,785. Sementara LQ45 terlihat naik 5,150 poin (0,81%) poin ke level 643,890.
IHSG kemudian mengurangi sebagian gain dan ditutup tetap menguat 24,105 poin (0,37%) ke level 6.525,690. Sementara LQ45 terlihat naik 0,92% atau 5,850 poin ke level 644,590. Tercatat saat ini sebanyak 319 saham naik, 294 saham turun dan 178 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,30%, dan Hang Seng yang naik 1,21%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak mentah dunia yang naik lagi, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam tekanan jual tajam.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi ditahan profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









