Indonesia–India Bidik Lompatan Baru Industri: EV, Semikonduktor hingga AI

0
427
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza dalam agenda bilateral meeting dengan pemerintah India, di Jaipur (Foto: Kemenperin)

(Vibizmedia – Industry) Pemerintah Indonesia dan India membangun kolaborasi industri yang lebih konkret, terutama di sektor kendaraan listrik (EV), semikonduktor, industri hijau, agro, hingga transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Hal ini tercermin melalui pertemuan bilateral Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada di sela 10th BRICS Industry Ministers’ Meeting di Jaipur, India. Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum untuk mengubah hubungan industri Indonesia – India menjadi kerja sama yang lebih implementatif.

“Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujar Faisol.

Potensi kerja sama semakin besar karena Indonesia dan India sama-sama memiliki pasar domestik yang luas serta basis manufaktur yang kuat. Struktur industri kedua negara juga dinilai saling melengkapi untuk dapat membangun rantai pasok kawasan Indo-Pasifik.

Pada 2025, perdagangan Indonesia-India mencapai USD23,16 miliar, terdiri atas ekspor Indonesia USD18,32 miliar dan impor USD4,84 miliar. Namun, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Karena itu, perluasan akses pasar bagi produk manufaktur menjadi salah satu perhatian utama.

Dalam pembahasan Kerjasama, India menyambut usulan Indonesia untuk mengembangkan kerja sama industri hijau, semikonduktor, dan industri agro. Indonesia juga mengajak India memperkuat kolaborasi semikonduktor yang menjadi fondasi bagi elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga ekonomi digital.

Kerja sama digital turut diarahkan pada penerapan otomatisasi, AI, smart manufacturing, dan pengembangan data center. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing industri kedua negara.

India juga menyampaikan perhatian terhadap kebijakan pembatasan kuota impor sejumlah produknya ke Indonesia. Hal ini akan diteruskan kepada kementerian terkait untuk dibahas lebih lanjut.

Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari semakin eratnya hubungan kedua negara setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Republic Day 2025 dan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS, membuat ruang kolaborasi dengan India semakin terbuka. Kemitraan industri kedua negara berpeluang berkembang dari hubungan perdagangan menuju investasi, teknologi, penguatan rantai pasok, dan pembangunan industri berkelanjutan.