(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Rabu sore ini (26/8), terpantau melemah signifikan 95,982 poin (1,48%) ke level 6.405,685 setelah dibuka naik ke level 6.507.142.
IHSG bergerak lanjut terkoreksi di hari keduanya dari level 3,5 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak yang beranjak turun oleh dominasi AS atas Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat terbatas 0,08% atau 15 poin ke level Rp 17.690, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, perlahan meninggalkan area 3,5 bulan terendahnya di tengah investor menantikan data inflasi PCE Amerika minggu ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.705, serta terpantau kuat di posisi 13,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 5,475 poin (0,08%) ke level 6.507.142. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,410 poin (0,22%) ke level 646,000. Siang ini melemah 45,045 poin (0,69%) ke level 6.480,645. Sementara LQ45 terlihat turun 5,950 poin (0,92%) poin ke level 638,640.
IHSG kemudian menambah loss zona merahnya dan ditutup melemah 95,982 poin (1,48%) ke level 6.405,685. Sementara LQ45 terlihat turun 1,46% atau 9,400 poin ke level 632,550. Tercatat saat ini sebanyak 118 saham naik, 583 saham turun dan 89 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,62%, dan Hang Seng yang naik 0,56%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak yang beranjak turun, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bisa terkoreksi walau lebih terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









