Indonesia-Maroko Pacu Perundingan Dagang, Target Kesepakatan Komprehensif 2027

0
103
Pertemuan daring bahas perdagangan bilateral Indonesia-Maroko, Wamendag Roro dan Wamenlu Bidang Perdagangan Luar Negeri Kerajaan Maroko, Omar Hejira (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Indonesia dan Maroko mempercepat langkah untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui reaktivasi perundingan perjanjian perdagangan.

Pemerintah Indonesia menargetkan kesepakatan komprehensif dapat diselesaikan pada 2027. Ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk nasional menembus pasar Maroko dan kawasan sekitarnya.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan target tersebut pada pertemuan tindak lanjut hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral Indonesia-Maroko bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Luar Negeri Kerajaan Maroko, Omar Hejira, secara daring, Kamis (27/8).

Reaktivasi perundingan ini merupakan momentum penting untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim perdagangan yang lebih kondusif. Kedua negara akan menyusun jadwal kerja yang realistis, melanjutkan negosiasi berdasarkan draf naskah yang telah tersedia. Juga menetapkan ambisi akses pasar yang seimbang dan saling menguntungkan.

“Indonesia siap bekerja sama secara konstruktif dengan Maroko untuk mengakselerasi proses perundingan ini. Momentum ini harus dilihat sebagai peluang bagi kedua negara untuk mewujudkan hubungan politik yang kuat menjadi manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Roro.

Dari sisi ekspor, Indonesia peluang yang masih belum terealisasi secara optimal di pasar Maroko, antara lain amonia anhidrat, minyak kelapa sawit dan olahannya, besi dan baja setengah jadi, serta udang beku. Di sisi lain, Maroko ada peluang sebagai pemasok sejumlah produk strategis bagi Indonesia, termasuk pupuk dan aluminium.

Secara geoekonomi, Maroko juga dinilai strategis sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Afrika, Eropa, dan Mediterania. Sebaliknya, Indonesia dapat menjadi mitra sekaligus pintu gerbang bagi produk Maroko menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

Dalam kesempatan tersebut, Roro mengundang pemerintah dan pelaku usaha Maroko untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Sementara itu, Omar Hejira mengusulkan pembentukan task force atau mekanisme kerja bersama untuk mempercepat pelaksanaan berbagai kesepakatan, termasuk tindak lanjut perundingan dan peningkatan perdagangan bilateral.

Hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2025, perdagangan Indonesia-Maroko mencapai USD235 juta, tumbuh 33 persen dibandingkan 2024. Pada Januari–Mei 2026, nilainya kembali meningkat 37 persen secara tahunan menjadi USD180 juta.

Pada 2025, ekspor Indonesia ke Maroko mencapai USD154,9 juta, sedangkan impor dari Maroko sebesar USD80,1 juta. Dalam periode 2021–2025, ekspor Indonesia ke Maroko tumbuh rata-rata 4,95 persen.