(Vibizmedia – Denyut Dunia) Di tengah kawasan Lalitpur, Nepal, yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sejarah Kathmandu, berdiri sebuah pusat perbelanjaan yang cukup modern, yang bernama Labim Mall. Letaknya di kawasan Pulchowk dan tidak jauh dari kawasan bersejarah Patan Durbar Square.
Lalitpur sendiri merupakan salah satu kota penting di Lembah Kathmandu. Kota ini sebelumnya dikenal sebagai Patan dan terkenal dengan kekayaan seni, arsitektur tradisional Newar, serta kawasan Patan Durbar Square yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.
Labim Mall berdiri di atas area sekitar 200.000 kaki persegi. Pengelola menggambarkannya sebagai pusat perbelanjaan yang menggabungkan pengalaman belanja modern dengan karakter dan keramahan Nepal. Saat ini, mal tersebut memiliki lebih dari 70 merek, restoran dan gerai makanan, serta fasilitas hiburan termasuk jaringan bioskop QFX.
Namun, perjalanan Labim Mall tidak langsung dimulai sebagai pusat perbelanjaan yang ramai seperti sekarang.
Dari Kawasan yang Sepi Menjadi Pusat Keramaian
Kisah transformasi Labim Mall menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan kompleks tersebut. Dalam program Making of Labim Mall yang dipublikasikan Setopati pada Juli 2025, diceritakan bagaimana kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Lalitpur Bishal Bazaar mengalami perubahan besar.
Tempat tersebut pernah digambarkan sebagai kawasan yang kurang terawat dan tidak memiliki daya tarik yang cukup untuk mendatangkan pengunjung. Bangunannya memang sudah berdiri, begitu pula sejumlah toko, tetapi aktivitas perdagangan belum berkembang sebagaimana yang diharapkan.
Transformasi kemudian dilakukan dengan investasi sekitar 1,6 miliar rupee Nepal. Pengembangan tersebut bukan sekadar memperbarui bangunan, tetapi juga mengubah konsep dan pengalaman pengunjung. Kompleks tersebut kemudian dikembangkan menjadi Labim Mall yang lebih modern dan memiliki karakter tersendiri.
Labim Mall dirancang sebagai ruang yang tidak hanya digunakan untuk membeli barang. Konsepnya menggabungkan aktivitas belanja, kuliner, hiburan dan rekreasi keluarga.
Di dalamnya terdapat berbagai kategori usaha, mulai dari fesyen, kecantikan, aksesori, elektronik, makanan dan minuman hingga hiburan. Daftar tenant yang tercantum di situs resmi Labim Mall antara lain Puma, KFC, Himalayan Java, Roadhouse Pizzeria, Dalle Momo dan sejumlah merek serta restoran lainnya.
Salah satu fasilitas yang menjadi daya tarik adalah QFX Cinemas. Kehadiran bioskop membuat kunjungan ke Labim Mall tidak berhenti pada aktivitas berbelanja, tetapi juga menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.
Konsep seperti ini membuat Labim Mall lebih menyerupai sebuah lifestyle destination daripada sekadar pusat pertokoan.
Arsitektur Modern di Tengah Kota Bersejarah
Daya tarik Labim Mall juga terletak pada posisinya. Pusat perbelanjaan ini berada di jantung Lalitpur, sebuah kota yang memiliki identitas kuat sebagai pusat seni dan kebudayaan Nepal.
Sumber mengenai rancangan Labim Mall mencatat bahwa bangunan tersebut menggabungkan elemen arsitektur kontemporer dengan karakter klasik. Ruang terbuka dan atap kaca besar menjadi bagian dari rancangan yang memberikan kesan luas dan terbuka.
Simbol Perubahan Lalitpur
Perjalanan Labim Mall juga memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan Nepal. Ketika kota-kota di Lembah Kathmandu berkembang, kebutuhan masyarakat tidak lagi sebatas ruang perdagangan tradisional. Muncul kebutuhan terhadap tempat yang dapat menggabungkan belanja, kuliner, hiburan, pertemuan sosial dan rekreasi dalam satu lokasi. Labim Mall merupakan mall yang berusaha menjawab kebutuhan tersebut.
Keberadaannya menjadi semakin menarik karena lokasinya berada di Lalitpur, kota yang selama berabad-abad dikenal karena warisan budaya dan kerajinan tradisionalnya. Di kawasan yang sama, kini masyarakat dapat menemukan merek internasional, restoran modern dan bioskop dengan standar kontemporer.










