BEI Luncurkan Saham Hijau, Tiga Emiten Jadi Perintis

0
725
Saham berbasis hijau
DOK: BEI

(Vibizmedia-Nasional) Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan IDX Green Equity Designation, klasifikasi khusus bagi saham perusahaan yang menjalankan aktivitas ekonomi hijau atau mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan sekaligus membantu investor mengidentifikasi perusahaan yang memiliki komitmen terhadap prinsip lingkungan secara lebih terukur dan transparan.

Pada tahap awal peluncuran, terdapat tiga saham yang mendapatkan status IDX Green Equity Designation. Ketiganya adalah PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) yang masuk kategori Green Equity, serta PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang ditetapkan sebagai Green Equity Transition.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan ketiga emiten tersebut sebelumnya telah mengikuti proses piloting dan menjadi bagian penting dalam menguji penerapan kerangka saham hijau di tengah kondisi bisnis nyata.

“Ketiga perusahaan tersebut telah berpartisipasi dalam proses piloting dan memberikan kontribusi penting dalam memastikan kerangka ini dapat diterapkan secara efektif dalam kondisi bisnis yang nyata,” ujar Jeffrey dalam peluncuran di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Investor Makin Peduli Bisnis Berkelanjutan

Menurut Jeffrey, kebutuhan terhadap informasi mengenai praktik keberlanjutan perusahaan semakin penting seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aspek lingkungan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Data BEI menunjukkan hingga akhir Juli 2026, sekitar 83% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan 2025. Namun, baru sekitar 15% yang memperoleh assurance independen.

Sementara itu, sekitar 62,5% perusahaan yang tergabung dalam IDX80 telah memiliki target net zero.

Menurut Jeffrey, perkembangan tersebut menunjukkan arah keberlanjutan semakin kuat di pasar modal Indonesia. Namun, diperlukan mekanisme yang dapat membantu investor membandingkan dan menilai komitmen keberlanjutan perusahaan secara lebih objektif.

Karena itu, IDX Green Equity Designation dirancang untuk meningkatkan visibilitas perusahaan sekaligus memberikan informasi yang lebih terstruktur, terukur, transparan, dan telah melalui proses verifikasi independen.

Jeffrey menekankan bahwa transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor terhadap saham hijau.

Ia juga mengingatkan bahwa status Green Equity Designation bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal agar semakin banyak perusahaan tercatat terdorong untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau.

“Dengan memperkuat daya saing, memperluas basis investor, dan tentunya membuka peluang pendanaan jangka panjang,” kata Jeffrey.

Dengan hadirnya klasifikasi tersebut, BEI berharap perusahaan tidak hanya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari pelaporan, tetapi juga sebagai strategi untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta membuka akses terhadap basis investor dan sumber pendanaan jangka panjang.