Bukan Cuma Kapal, Transjakarta Diusulkan Kelola Transportasi Udara ke Kepulauan Seribu

0
85
Transportasi laut
Transportasi laut. FOTO: PEMPROV DKI JAKARTA

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang mengkaji usulan pengembangan transportasi udara untuk melayani masyarakat Kepulauan Seribu.

Gagasan tersebut disampaikan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta yang mendorong Transjakarta tidak hanya mengelola transportasi laut menuju Kepulauan Seribu, tetapi juga mempertimbangkan layanan transportasi udara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya akan mempelajari usulan tersebut.

“Kami pelajari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mendorong adanya kewenangan bagi Transjakarta untuk mengelola transportasi udara sebagai bagian dari penguatan konektivitas Kepulauan Seribu.

Usulan itu berkaitan dengan rencana Transjakarta mengambil alih pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu.

Menurut Aziz, pengembangan transportasi tidak seharusnya berhenti pada jalur laut. Transportasi udara juga perlu dipertimbangkan, terutama untuk menangani kondisi darurat yang membutuhkan mobilitas cepat.

“Kami berharap Transjakarta berbicara kembali kepada Pak Gubernur agar jangan hanya transportasi laut, tapi juga diberikan wewenang untuk mengelola transportasi udara,” ujar Aziz.

Percepat Evakuasi Medis

Aziz menilai keberadaan transportasi udara dapat memberikan manfaat besar bagi warga Kepulauan Seribu, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat medis.

Selama ini, warga yang membutuhkan penanganan medis di daratan Jakarta harus bergantung pada transportasi laut dan jadwal kapal. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi persoalan ketika pasien membutuhkan penanganan secepat mungkin.

“Kalau ada orang sakit itu kan nungguin kapal dulu datang. Kalau ada bandara kan relatif lebih cepat,” katanya.

Dengan adanya layanan udara, proses evakuasi pasien dari Kepulauan Seribu menuju fasilitas kesehatan di daratan Jakarta diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.

Konsep tersebut juga dapat menjadi salah satu alternatif konektivitas apabila kondisi laut tidak memungkinkan atau waktu menjadi faktor penting dalam proses evakuasi.

Bisa Dorong Pariwisata Kepulauan Seribu

Selain untuk keadaan darurat, Aziz melihat transportasi udara juga berpotensi membuka pilihan baru bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kepulauan Seribu.

Menurutnya, semakin banyak pilihan moda transportasi yang tersedia, semakin baik pula konektivitas antarwilayah di Kepulauan Seribu.

Kemudahan akses tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Dengan demikian, wacana “Transjakarta Udara” tidak hanya diarahkan sebagai layanan transportasi darurat, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan aksesibilitas Kepulauan Seribu.

Meski demikian, usulan tersebut masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi kebijakan operasional. Pemprov DKI Jakarta akan mempelajari aspek kebutuhan, kewenangan, serta kemungkinan penerapannya sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.