Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Pesawat Mendarat Selamat

0
85
Foto: Kemenhub

(Vibizmedia – Nasional) Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA604 rute Jakarta–Makassar mengalami pecah ban pada roda utama (main wheel) nomor 3 setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026). Pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat yang mengalami insiden tersebut merupakan Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GFS. Pesawat membawa 141 penumpang dan delapan awak dalam penerbangan menuju Makassar.

Boeing 737-800 merupakan salah satu varian dari keluarga Boeing 737 Next Generation (NG) yang banyak digunakan maskapai penerbangan untuk rute jarak pendek hingga menengah. Pesawat bermesin ganda ini dirancang untuk penerbangan komersial dengan kapasitas penumpang yang cukup besar dan efisiensi operasional yang menjadi salah satu karakteristik utama keluarga 737.

Dalam pengoperasian komersial, Boeing 737-800 umumnya digunakan untuk melayani penerbangan domestik maupun regional. Pesawat memiliki konfigurasi roda pendaratan utama yang menopang pesawat ketika melakukan take-off, pendaratan, dan saat bergerak di permukaan bandara. Karena itu, kondisi roda dan ban menjadi salah satu aspek penting yang terus diperiksa dalam pemeliharaan pesawat.

Informasi Kerusakan Diteruskan ke Pilot

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan penanganan insiden dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan. Koordinasi melibatkan awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.

Informasi awal mengenai kondisi roda diterima Tower JATSC Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan diteruskan kepada Pilot in Command (PIC) pada pukul 05.52 WIB. Saat itu, pesawat diketahui mengalami pecah ban pada main wheel nomor 3.

Setelah memperoleh informasi tersebut, PIC melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA) pada pukul 06.04 WIB. Berdasarkan koordinasi dan pertimbangan operasional, penerbangan kemudian dilanjutkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Keputusan tersebut disertai koordinasi dengan pihak Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengantisipasi kemungkinan runway blocked ketika pesawat mendarat maupun setelah pesawat berhenti. Bandara juga menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi pesawat membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Mendarat Selamat di Makassar

GA604 akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.

Setelah pesawat berhenti, landas pacu ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan kondisi area tetap aman sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan pesawat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar kemudian berkoordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat.

Dari pemeriksaan awal ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian ditarik menggunakan towing dari landas pacu menuju parking stand untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan, termasuk penggantian roda utama.

Seluruh 141 penumpang dan delapan awak mendapatkan penanganan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan penerbangan.

Pemeriksaan FOD di Dua Bandara

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengapresiasi respons dan koordinasi seluruh pihak dalam menangani insiden tersebut.

Menurutnya, koordinasi sejak kondisi abnormal diketahui hingga pesawat berhasil mendarat dan menjalani pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap proses pemeriksaan serta penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Lukman.

Sebagai bagian dari penanganan, pemeriksaan dan pembersihan landas pacu juga dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD), yakni benda atau material asing di area pergerakan pesawat yang dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.

Kementerian Perhubungan memastikan pemeriksaan dan perbaikan pesawat dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku. Pesawat juga akan menjalani pemeriksaan teknis sebelum kembali dioperasikan.

Koordinasi Jadi Kunci Penanganan

Insiden GA604 menunjukkan pentingnya koordinasi antara awak pesawat, pengatur lalu lintas udara, pengelola bandara, maskapai, dan teknisi dalam menghadapi kondisi abnormal penerbangan.

Respons dimulai ketika informasi mengenai kondisi roda diteruskan kepada pilot, dilanjutkan dengan koordinasi untuk menentukan langkah penerbangan, persiapan fasilitas pendaratan di Makassar, hingga pemeriksaan dan penanganan pesawat setelah berada di darat.

Kemenhub menyatakan akan terus memantau proses pemeriksaan dan perbaikan GA604. Seluruh tahapan penanganan diarahkan untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan terpenuhi sebelum pesawat kembali menjalankan operasi penerbangan.