(Vibizmedia-Nasional) Industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan positif adalah industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 9,20 persen pada Triwulan II 2026.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong penguatan industri elektronika nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, investasi, serta pengembangan fasilitas manufaktur di dalam negeri.
Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment terus memperluas investasi dan kegiatan produksinya di Indonesia. Ekspansi tersebut ditandai dengan pencapaian produksi 3 juta unit sekaligus peresmian fasilitas pabrik produk AC dan refrigerator di Cikarang, Jawa Barat.
“Komitmen Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment dalam mengembangkan investasi serta memperluas kegiatan produksi di Indonesia mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek manufaktur nasional,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam acara Pencapaian Produksi 3 Juta Unit dan Peresmian Pabrik Midea Indonesia di Cikarang, Rabu (9/9).
Kinerja industri elektronika juga terlihat dari perdagangan sejumlah produk rumah tangga. Pada Triwulan II 2026, komoditas air conditioner (AC) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD103,70 juta, sedangkan refrigerator membukukan surplus USD96,39 juta.
Sementara itu, mesin cuci masih mencatat defisit neraca perdagangan sekitar USD100 juta. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri.
Perkuat Produksi di Cikarang dan Karawang
Midea Electronics Indonesia melalui PT Jaya Refrigeration Equipment telah membangun berbagai fasilitas industri di kawasan Cikarang dan Karawang.
Fasilitas tersebut memproduksi berbagai produk home appliances, mulai dari AC, mesin cuci, refrigerator hingga freezer.
Dari pencapaian produksi yang diraih, tercatat 2,25 juta unit AC, 1 juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci.
Pengembangan fasilitas manufaktur tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Midea untuk memperluas kegiatan produksi di Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Midea Electronics Indonesia juga semakin memperkuat orientasi ekspornya.
Hingga 2026, perusahaan tercatat telah mengekspor sekitar 2 juta unit produk ke kawasan ASEAN dan Amerika Utara.
“Capaian ekspor ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran dalam mendukung kebutuhan pasar internasional. Pengembangan fasilitas produksi di dalam negeri juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari jaringan produksi dan bisnis global perusahaan,” ujar Faisol.
Ekspansi Midea di Indonesia diharapkan memberikan dampak yang semakin luas terhadap ekosistem industri nasional. Selain meningkatkan kapasitas produksi, keberadaan fasilitas manufaktur tersebut dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, mengembangkan kompetensi tenaga kerja, serta memperluas penerapan teknologi dan inovasi.
Pengembangan industri elektronika di Indonesia juga terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing manufaktur melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta penguasaan teknologi.
Dengan kapasitas produksi yang terus berkembang dan orientasi ekspor yang semakin kuat, Indonesia berpeluang menjadi salah satu basis produksi penting bagi Midea untuk melayani kebutuhan pasar regional maupun global.
“Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur dan salah satu basis produksi penting Midea untuk melayani kebutuhan pasar regional maupun global,” pungkasnya.









