(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (23/9), terpantau balik menguat 40,417 poin (0,64%) ke level 6.317,461 setelah dibuka naik ke level 6.297.955.
IHSG bergerak rebound dari koreksi 3 hari di 6 minggu terendahnya kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin sektor teknologi di tengah berlanjut turunnya harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang semalam mixed dengan Nasdaq rekor kembali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini balik menguat 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.790, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, rally ke sekitar 2 bulan tertingginya ditopang kecenderungan hawkish the Fed.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.865, serta terpantau rebound tajam setelah menyentuh sekitar 6 minggu terendahnya, menjelang pengumuman BI Rate.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 20,911 poin (0,33%) ke level 6.297.955. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,589 poin (0,09%) ke level 627,167. Siang ini menguat 40,417 poin (0,64%) ke level 6.317,461. Sementara LQ45 terlihat naik 0,641 poin (0,10%) poin ke level 628,397.
Tercatat saat ini 400 saham naik, 211 saham turun dan 175 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Kospi yang naik 0,48%, dan Hang Seng yang turun 0,76%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound dari level 6 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin sektor teknologi di tengah turunnya harga minyak, serta mencermati Wall Street yang semalam mixed dengan Nasdaq rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan di rentang konsolidasi dari area support-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









