209 Hektare Karhutla Masih Dipadamkan, Operasi Modifikasi Cuaca Terus Digeber

0
67
Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan terus diintensifkan. Hingga Rabu (23/9/2026), sebanyak 209,78 hektare lahan masih dalam proses pemadaman oleh tim di lapangan.

Perkembangan terbaru karhutla tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden meminta laporan terkini mengenai kondisi karhutla, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta perkembangan penanganan di wilayah Kalimantan dan Sumatra secara keseluruhan.

“Pada siang hari ini Bapak Presiden menginginkan laporan terkini dari Bapak Kepala BNPB terkait kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan secara keseluruhan, kemudian juga di Sumatra,” ujar Teddy saat membuka rapat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kemudian menyampaikan perkembangan penanganan karhutla. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu sore, masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terus dipadamkan oleh tim gabungan di lapangan.

“Kami laporkan saat ini per hari ini terdapat 209,78 hektare yang masih dipadamkan terus. Ini kami ikuti terus hari per hari sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,” kata Suharyanto.

OMC Terus Dilakukan

Selain pemadaman langsung di lokasi, upaya penanganan juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi tersebut terus digencarkan untuk membantu menekan potensi meluasnya karhutla.

BNPB menyatakan OMC akan terus dilakukan setidaknya hingga kondisi musim hujan kembali normal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk membantu mengendalikan kondisi cuaca dan mendukung proses pemadaman di wilayah terdampak.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya dari Istana Merdeka.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengikuti rapat melalui konferensi video dari lokasi masing-masing.

Pemantauan terhadap perkembangan karhutla dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah menargetkan sisa lahan yang masih terbakar dapat segera ditangani melalui kombinasi pemadaman di lapangan dan operasi modifikasi cuaca.