(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Kamis siang ini (24/9), terpantau melemah cukup signifikan 67,806 poin (1,06%) ke level 6.307,106 setelah dibuka turun ke level 6.364.976.
IHSG bergerak terkoreksi dekat dengan 6 minggu terendahnya setelah kemarin rebound signifikan, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah melajunya yields surat berharga AS yang mendorong estimasi berlanjutnya kenaikan suku bunga the Fed, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,32% atau 57 poin ke level Rp 17.875, dengan dollar AS di pasar uang Asia tertahan setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, bertahan pada level 2 bulan tertingginya didorong tekanan inflasi AS dan kecenderungan hawkish the Fed.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.818, serta terpantau terkoreksi signifikan setelah rebound kuat kemarin serta BI rate yang dipertahankan di level 5,75%.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 9,936 poin (0,16%) ke level 6.364.976. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,546 poin (0,40%) ke level 630,635. Siang ini melemah 67,806 poin (1,06%) ke level 6.307,106. Sementara LQ45 terlihat turun 7,438 poin (1,17%) poin ke level 625,743.
Tercatat saat ini 171 saham naik, 453 saham turun dan 162 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,22%, dan Hang Seng yang turun 0,52%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi setelah kemarin rebound signifikan, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah melajunya yields surat berharga AS, serta mencermati Wall Street yang semalam dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









